Pilpres 2019

Capres Ramai-ramai Bertemu Ulama, Pengamat Politik: Pengaruh Dongkrak Suara di Pilpres 2019

pertemuan pasangan ini dengan sosok yang dikenal sebagai ulama besar di Indonesia, dan yang terkenal di dunia maya, bisa menjadi rujukan bagi yang se

Capres Ramai-ramai Bertemu Ulama, Pengamat Politik: Pengaruh Dongkrak Suara di Pilpres 2019
Kolase dokumen istimewa (screenshot TV One) dan Kompas.com
Capres bertemu ulama 

Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan ini mengatakan pertemuan pasangan ini dengan sosok yang dikenal sebagai ulama besar di Indonesia, dan yang terkenal di dunia maya, bisa menjadi rujukan bagi yang selama ini mengagumi mereka untuk menentukan pilihannya di Pilpres 2019.

Asep menjelaskan bahwa Indonesia masih berada pada budaya politik kaula atau subjek.

Satu di antara ciri budaya politik kaula ini adalah pilihan masyarakatnya bergantung pada petunjuk dari tokoh atau orang berpengaruh.

"Kan ada istilah kalau di masyarakat Sunda, 'milih mah kumaha anu dibendo'. Dalam arti luas, pilihan tergantung kepada orang yang punya wibawa dan punya pengaruh, yang bisa menjadi rujukan bagi pemilih," kata Asep di Bandung, Sabtu (13/4/2019).

BREAKING NEWS: Aa Gym Ucap Bismillah, Prabowo-Sandiaga Tertunduk, Semua Angkat Tangan Serukan Amin

Endorsement inilah, katanya, juga yang dibutuhkan capres dalam memperkuat raihan suaranya.

"Karena masih budaya politik kaula, yang masih merujuk pada tokoh yang berwibawa dan berpengaruh, maka endorsement dibutuhkan pemilih atau paslon itu sendiri. Contoh ketika terjadi dialog eksklusif (Prabowo-UAS) seperti itu, akan jadi terkonfirmasi bahwa tokoh berpengaruh itu mendukung, dalam hal ini UAS kepada Prabowo. Itu akan dipakai menjadi referensi pemilih," kata Asep Warlan.

Bahkan bukan tidak mungkin, pertemuan ini mengubah pilihan orang pada Pilpres 2019.

"Tapi tergantung, kalau selama ini orangnya menjadikan mereka sebagai tokoh idola atau favorit, bisa saja pindah pilihan. Tapi kalau orangnya merasa beda urusan karena menyukai mereka dari ilmu dan tausiah yang disampaikan, sedangkan kalau politik punya referensi lain, artinya enggak ngaruh untuk orang ini," katanya.

Tokoh agama, katanya, memang menjadi referensi utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal ini didasarkan keyakinan masyarakat terhadap tokoh tersebut yang sudah mengkaji pilihannya berdasarkan berbagai hal dari sisi agama.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved