Disdik Jabar Pastikan Peristiwa Pejabat Masuk Ruang Ujian Tidak Terulang

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan memastikan peristiwa pejabat masuk ruang ujian tak terulang.

Disdik Jabar Pastikan Peristiwa Pejabat Masuk Ruang Ujian Tidak Terulang
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Suasana ruang ujian di SMA Langlangbuana, Kota Bandung, setelah pelaksanaan ujian selesai, Senin (08/4/2019). Enam anak binaan LPKA Sukamiskin dan seorang anak yang mendapat pembebasan bersyarat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan memastikan peristiwa pejabat masuk ruang ujian tak terulang.

Peristiwa tersebut pernah terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meninjau Ujian Nasional di SLB Wyata Guna.

"Kiranya satuan pendidikan menetapkan Prosedur Pelaksanaan UNBK dan UNKP sesuai POS UN 2019, dan sekarang lebih paham," ujar Koordinator UNBK Disdik Jawa Barat, Endri, kepada Tribun Jabar, Jumat (12/4/2019).

Endri mengatakan pengawas ruang UNBK, proktor, dan teknisi, memahami tata tertib tugasnya, dan tata tertib peserta UNBK harus gencar disosialisasikan.

Setiap ruang UNBK telah ditempel pengumuman yang bertuliskan "Dilarang Masuk Ruang Ujian Selain Peserta Ujian,
Pengawas, Proktor, dan/atau Teknisi".

Pihaknya juga melarang membawa alat komunikasi dan/atau kamera ke dalam ruang ujian.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, berpesan kepada para peserta UNBK untuk mengerjakan ujian dengan percaya diri dan jujur.

“Meski bukan penentu kelulusan, hasil ujian nasional akan dimanfaatkan untuk perbaikan proses belajar," ujarnya.

Ia berharap para siswa mendapat nilai ujian yang optimal.

Sebanyak 1.445 SMP/MTs di Jabar UNBK-nya Numpang di Sekolah Lain

67 Orang Ikuti UNBK Paket C di SMKN 1 Kedawung Kabupaten Cirebon, 12 Orang Tak Hadir

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved