Tiga WNA Ilegal Diamankan di Daerah Wisata Pangandaran, Menetap Sejak Januari, Langsung Dideportasi

Tiga WNA Ilegal diamankan di Pangandaran. Mereka sudah menetap sejak Januari. Petugas langsung lakukan deportasi.

Tiga WNA Ilegal Diamankan di Daerah Wisata Pangandaran, Menetap Sejak Januari, Langsung Dideportasi
istimewa
Warga Nigeria Kenneth Nawabichiri (39), yang menetap di Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran, saat diperiksa di Kantor Imigrasi Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya mengamankan tiga warga negara asing (WNA) yang menetap di daerah wisata Kampung Karangsari, RT 1/3, Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Kamis (11/4/2019).

Tiga WNA yang diamankan di antaranya dua pria asal Malaysia dan seorang pria asal Nigeria.

Saat diminta menunjukkan sejumlah dokumen imigrasi, mereka tak bisa menunjukkannya.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan.

"Mereka menetap sejak Januari sampai April. Sudah ditangkap tiga WNA ilegal. Terbaru, kami amankan warga Nigeria Kenneth Nawabichiri (39) setelah sebelumnya dua warga Malaysia," jelas Kepala Sub Seksi Intelijen Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, Sarial.

"Mereka tak ada paspor juga tak memiliki kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal menetap (KITAP)," ucapnya.

Ia menambahkan, sesuai pemeriksaan warga Negara Nigeria tersebut melanggar pasal 71 huruf B Undang- undang nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dikatakannya WNA tersebut langsung dideportasi bersama dua warga Negara Malaysia sebelumnya.

"Untuk WNA asal Nigeria prosesnya langsung dipulangkan melalui Bandara Soekarno Hata Cengkareng dengan menggunakan pesawat Singapore Airlines nomor penerbangan SQ 965," kata dia.

Ditemukannya warga negara asing di wilayah Priangan Timur, Kantor Imigrasi Tasikmalaya akan meningkatkan koordinasi dengan instansi pemerintahan daerah.

Satu di antaranya dengan mengoptimalkan tim pengawasan orang asing (Timpora) di tiap kecamatan.

Menurutnya, petugas imigrasi akan berupaya melakukan pemeriksaan terutama keberadaan WNA yang berkunjung ke daerah di Priangan Timur dengan harapan agar mereka menaati peraturan tersebut.

Ditemukannya WNA ilegal di kawasan Priangan Timur berkat adanya laporan masyarakat.

"Kami pun berharap kepada seluruh masyarakat yang menemukan warga asing tinggal lama lebih dari satu bulan untuk selalu menginformasikan kepada kantor Imigrasi atau unsur pemerintah setempat," ujarnya.

KPU Kabupaten Cirebon Tambah 4 TPS untuk Pencoblosan, TPS Tambahan Ada di Rumah Sakit Hingga Ponpes

AHY Hari Ini ke Cirebon, Hadiri Kampanye Nasional Partai Demokrat

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved