Meski 2 Hari Tak Hujan, Perumahan GSR Rancaekek Tetap Banjir, Warga Minta Pengembang Atasi Banjir

Warga Perumahan Green Sukamanah Residence (GSR), Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung

Meski 2 Hari Tak Hujan, Perumahan GSR Rancaekek Tetap Banjir, Warga Minta Pengembang Atasi Banjir
tribunjabar/hakim baihaqi
Warga Perumahan Green Sukamanah Residence (GSR), Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Perumahan Green Sukamanah Residence (GSR), Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, berharap, permasalahan banjir yang kerap melanda perumahan selama musim hujan dua tahun terakhir ini dapat segera diatasi.

Banjir yang diakibatkan oleh guyuran hujan intensitas tinggi pada Minggu (7/4/2019) dan luapan dari Sungai Citarik ini, tak kunjung surut selama hampir empat hari, meskipun dua hari terakhir ini hujan tidak mengguyur wilayah Rancaekek.

Ketinggian banjir yang melanda perumahan tersebut bervariasi, mulai dari ketinggian 10 hingga 40 sentimeter, bahkan banjir masih merendam hingga ke dalam puluhan rumah warga GSR.

Tidak hanya merendam puluhan rumah warga GSR, banjir pun menggenangi ruas jalan utama dengan ketinggian 40 sentimeter, sehingga para pengendara tidak melintasi jalan tersebut.

Warga perumahan GSR, Salsa (40), mengatakan, permasalahan banjir yang terjadi selama dua tahun terakhir ini adalah bukti dari kelalaian pengembang, sehingga banjir selalu surut dalam waktu lama.

"Saluran drainasenya bagaimana, padahal ini kan perumahan baru, seharusnya di pikirkan," kata Salsa di Perumahan GSR, Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jabar, banjir kerap melanda perumahan tersebut sejak 2016 atau saat perumahan itu mulai dibuka.

Hadiri Kampanye Nasional di Cirebon, AHY Minta Doa untuk Kesembuhan Ani Yudhoyono

Parahnya, banjir itu merupakan kali ketujuh melanda perumahan tersebut selama 2019, bahkan menyebabkan sejumlah kerusakan dibagian rumah, mulai dari tembok hingga peralatan rumah tangga.

Warga lainnya, Rahmat Kurnia (42), mengatakan, beberapa kali warga melayangkan surat kepada pengembang untuk bertanggun jawab terkait bencana tersebut, namun tidak ada kejelasan.

"Udah sering kirim surat tapi tidak ada tanggapan. makannya kami demo, sebagai bentuk kekesalan terhadap pengembang yang lalai," katanya.

Perbedaan Spesifikasi Samsung Galaxy A80 dengan Vivo V15, Sama-sama Usung Pop Up Camera, Harganya?

Project Manager Green Sukamanah Residence, Yadi, mengatakan, pihaknya menanggapi seluruh keluhan warga dan ia pun telah melakukan komunikasi dengan pihak pusat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Ada tiga cluster atau 500 rumah dan yang pasti keluhan warga akan segera kami tangani," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved