Banjir di Kabupaten Bandung

UPDATE Banjir di Kabupaten Bandung - BPBD Catat Korban Terdampak Banjir Capai 14.029 KK, 37.731 Jiwa

BPBD Kabupaten Bandung mencatat ada 14.029 kepala keluarga dengan 37.731 jiwa yang terdampak banjir. Data tersebut dihimpun dari Pusdalops PB

UPDATE Banjir di Kabupaten Bandung - BPBD Catat Korban Terdampak Banjir Capai 14.029 KK, 37.731 Jiwa
TRIBUN JABAR / MUMU MUJAHIDIN
BANJIR-Antrean panjang kendaraan terjadi di Jalan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, tepatnya di depan Pom Bensin Cikarees, Rabu (10/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, DAYEUHKOLOT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat ada 14.029 kepala keluarga dengan 37.731 jiwa yang terdampak banjir. Data tersebut dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

"Jumlah terdampak di Kecamatan Baleendah sebanyak 8.654 kk dengan 21.606 jiwa. Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 3.005 kk dengan 9.015 jiwa dan Kecamatan Bojongsoang sebanyak 2.370 kk dengan 7.110 jiwa. Jadi total yang terdampak sebanyak 14.029 KK dengan 37.731 jiwa," tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Sudrajat melalui pesan singkat, Rabu (10/4/2019).

Sudrajat menuturkan jumlah pengungsi di tiga kecamatan tersebut mencapai 698 kepala keluarga dengan total jiwa mencapai 2.169. Mereka tersebar di seluruh posko pengungsian yang ada di tiga kecamatan tersebut. Termasuk masjid-masjid setempat dan kantor-kantor RW hingga gedung olahraga setempat.

"Jumlah pengungsi di Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 399 kk dengan 1.254 jiwa, Kecamatan Baleendah sebanyak 168 kk dengan 530 jiwa, dan Kecamatan Bojongsoang sebanyak 131 kk dengan 385 jiwa," ungkapnya.

Warga Terdampak Banjir Dayeuhkolot Mengaku Kesulitan Air Bersih

Dikatakannya banjir Kabupaten Bandung terjadi di tiga kecamatan sejak 26 Maret 2019. Hal ini disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi merata hampir di seluruh Bandung Raya.

"Ketinggian air sangat variatif, setiap wilayah berbeda-beda dimulai dari 10 sentimeter bahkan ada yang mencapai 220 sentimeter lebih," ujarnya.

Selain merendam belasan ribu rumah di tiga kecamatan, menurut pantauan Tribun, banjir juga melumpuhkan sejumlah akses jalan utama di tiga kecamatan.

Di antaranya Jalan Raya Dayeuhkolot di depan Masjid Ash Shofia hingga sekarang belum bisa dilalui kendaraan bermotor.

Selain itu Jalan Anggadireja Taman Kota Baleendah dan Jalan Andir-Rancamanyar juga belum bisa dialui kendaraan.

Korupsi di DPRD Purwakarta, Sekwan Divonis 4 Tahun, Sedangkan Anak Buahnya 7 Tahun Penjara

Meski demikian hari inibbanjir sudah mulai surut sejumlah akses jalan sudah bisa dialui oleh kendaraan di antaranya Jalan Bojongsoang, Jalan Dayeuhkolot-Banjaran, dan Jalan Dayeuhkolot-Moch Toha depan Metro Garmen.

"Iya sekarang memangbsudah surut tapi air masih tinggi di pemukiman warga, termasuk di sejumlah jalan juga masih ada yang belum bisa dilewati," pungkasnya. (mud)

Wah, BLACKPINK Masuk USBN SMP di Bogor, Begini Aturan Membuat Soal

VIDEO WARGA GREEN SUKAMANAH RESIDENCE Protes Pengembang

 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved