Para Artis dan Orang Penting Bela Kasus Audrey: Mahfud MD hingga Hotman Paris dan Atta Halilintar

Artis dan orang penting mendukung pengusutan kasus pengeroyokan Audrey oleh 12 siswi SMA.

Para Artis dan Orang Penting Bela Kasus Audrey: Mahfud MD hingga Hotman Paris dan Atta Halilintar
Kolase Tribun Jabar (Instagram/hotmanparisofficial/attahalilintar dan Kompas)
Hotman Paris, Mahfud MD, dan Atta Halilintar ikut berkomentar soal kasus pengeroyokan Audrey. 

Sebagai ibu yang memiliki anak perempuan, Nikita Mirzani mengaku sampai bergetar saat membaca pemberitaan terkait kasus pengeroyokan Audrey.

Ia berharap kasus tersebut bisa ditindak secara cepat.

"Miris. Anak SMA 12 org bisa ngeroyok anak SMP yg berumur 14 thn sendirian. Smp di ........ nya.

Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak, Korban Tidak Alami Kekerasan di Alat Vital

Saya sebagai seorang ibu yg punya anak perempuan baca berita nya smp gemeteran. Apa yg ada di otak para pelaku... semoga bisa di tindak lanjutin dgn baik pak Polisi.Pasti trauma sih korban..

semoga cpt semua proses nya... mau tau itu yg boomerang di kantor Polisi msh bisa main hp ga abis ini," tulis Nikita Mirzani.

Kronologi Pengeroyokan Audrey

Kejadian pengeroyokan bermula dari cekcok soal seorang pria yang merupakan kekasih dari D. Pria tersebut adalah mantan kekasih kakak sepupu AU, P.

Pemicu pengeroyokan terhadap AU adalah masalah saling sindir di WhatsApp soal seorang pria.

Saat hari kejadian, AU sedang berada di rumahnya. Ia dijemput oleh tokoh yang terlibat dalam pengeroyokan.

AU menyetujui mengikuti para pelaku karena mereka beralasan ingin bertemu dengan P dan membicarakan masalah saling sindir karena seorang pria.

Setelah bertemu P, teman-teman pelaku yang lain muncul.

Ada empat orang lainnya yang kemudian membawa AU dan P ke sebuah lokasi yang sepi di Jalan Sulawesi.

Di sana, P terlibat baku hantam dengan D. Sementara itu, tiga teman D melakukan kekerasan terhadap AU.

3 Terduga Pengeroyokan Siswi SMP Pontianak dari SMA Berbeda, Ini Peran Masing-masing

Adapun sembilan siswa lain hanya menyaksikan kejadian tersebut sambil tertawa dan tak ada niat untuk menolong.

Korban dianiaya di dua lokasi, yakni Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya, Jalan Sultan Syahrir.

Selain itu, pelaku melakukan ancaman terhadap korban agar yang dilakukan mereka tidak diadukan.

Bila korban melaporkan kejadian tersebut maka akan mendapat perlakuan lebih parah lagi.

Setelah itu, pelaku meninggalkan korban begitu saja di lokasi kejadian.

Penulis: Widia Lestari
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved