Korupsi di DPRD Purwakarta, Sekwan Divonis 4 Tahun, Sedangkan Anak Buahnya 7 Tahun Penjara

Terdakwa kasus korupsi penyalahgunaan dana di DPRD Purwakarta Ujang Hasan Sumardi dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi

Korupsi di DPRD Purwakarta, Sekwan Divonis 4 Tahun, Sedangkan Anak Buahnya 7 Tahun Penjara
Tribunjabar/Mega Nugraha
Sidang kasus korupsi di DPRD Purwakarta digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (10/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdakwa kasus korupsi penyalahgunaan dana di DPRD Purwakarta Ujang Hasan Sumardi dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

"Menjatuhkan pidana penjara pada ‎terdakwa Ujang Hasan Sumardi, Kasubbag Anggaran DPRD Purwakarta selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta serta mengembalikan kerugian negara selama Rp 1,9 miliar subsidair 1 tahun 6 bulan kurungan," ujar Ketua Majelis Hakim, Sudira di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (10/4) malam.

Vonis hakim lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yang meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun 8 bulan pada persidangan dua pekan lalu. Atas putusan ini, Hasan menyatakan pikir-pikir.

"Bahwa terdakwa terbukti melakukan perbuatan melawan hukum membuat SPJ palsu pada program kerja DPRD Purwakarta dan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,4 miliar, ujar anggota majelis hakim Marsidin Nawawi.

Selain itu, kata Marsidin dalam pertimbangannya, terdakwa juga terbukti menguntungkan diri sendiri dengan menikmati uang hasil korupsi senilai Rp 200 juta.

Majelis hakim juga menyatakan terdakwa ‎M Ripai selaku Sekretaris DPRD Purwakarta bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

5 Fakta Penangkapan Artis FTV Agung Saga karena Kasus Narkoba, Ditangkap saat Sedang Nongkrong

"Menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa M Ripai selama 4 tahun dan denda 200 juta dgn ketentuan kurungan 4 bulan jika tidak dibayar, menghukum terdakwa membayar uang pengganti Rp 117 juta jika tidak dibayar kurungan 6 bulan," ujar Sudira.

Vonis hakim lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yakni tujuh tahun lima bulan. ‎Ripai menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat DPRD Purwakarta menganggarkan dana Rp 10,69 miliar untuk kegiatan penelahaan pengkajian pembahasan raperda, peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD, koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas pemerintahan dan kemasyarakat serta rapat badan anggaran. Program tersebut terealisasi sebesar Rp 9,39 miliar.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah kegiatan fiktif seperti kunjungan kerja dengan menginap di sejumlah kota dan kabupaten di Jabar namun faktanya tidak menginap.

Tidak hanya itu, kegiatan bimbingan teknis fiktif juga dilakukan dengan adanya surat perintah dari Ketua DPRD Sarif Hidayat pada 29 Juli 2017 di Kota Bandung. Padahal berdasarkan saksi semua anggota DPRD Purwakarta di persidangan, tidak pernah ada kegitan bimbingan teknis pada tanggal tersebut.

Baby Shima, Penyanyi Malaysia Dekat dengan Sule, Dulu Hidup Susah Kini Banjir Rezeki dari Indonesia

‎Sebagai catatan, kasus ini jadi ironi karena ini kali kedua Sekretaris DPRD Purwakarta diseret ke Pengadilan Tipikor Bandung. Sebelumnya, pada 2017, majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memutus bersalah Sekretaris DPRD Purwakarta, H Maulana Syachrul Koswara karena melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor dengan pidana satu tahun tiga bulan.

Bersamaan dengan itu, hakim juga memutus bersalah Qodariyah Aryanto dari pihak swasta karena melakukan tindak pidana sebagaimana yang dialami Syahrul Koswara dengan pidana penjara 1 tahun 5 bulan. ‎Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 129 juta. Lagi-lagi, kasus yang membelit Syachrul ini terkait perjalanan dinas fiktif.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved