BNN Kota Bandung Gelar Tes Urine Dadakan bagi ASN di Lingkungan BKPP

Tes urine dilakukan secara mendadak atau tanpa pemberitahuan setelah sosialisasi singkat tentang bahaya narkoba oleh Kepala BNN Kota Bandung

BNN Kota Bandung Gelar Tes Urine Dadakan bagi ASN di Lingkungan BKPP
Tribun Jabar/Tiah SM
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung melakukan tes urine terhadap semua pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, Rabu (10/04/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung melakukan tes urine terhadap semua pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, Rabu (10/04/2019).

Tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan BKPP dalam rangka sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada seluruh ASN di Kota Bandung.

Tes urine dilakukan secara mendadak atau tanpa pemberitahuan setelah sosialisasi singkat tentang bahaya narkoba oleh Kepala BNN Kota Bandung AKBP Yeni Siti Saodah.

Menurut Yeni, penyebaran narkoba di Indonesia termasuk di Kota Bandung sudah pada tingkat mengkhawatirkan.

Korban narkoba sudah mencapai mencapai 4 juta jiwa di seluruh Indonesia.

"Jika tidak dicegah sejak dini, akan berkembang, apalagi BKPP harus menjadi contoh bagi ASN lainnya," ujar Yeni.

6 Titik Longsor Jalan Raya Kuningan-Cikijing Dibersihkan, Mobil yang Sempat Terjebak Bisa Melintas

VIDEO-Seorang Caleg di Bandung Tersandung Narkoba, Ditangkap Saat Tunggu Pesanan Sabu-sabu

Yeni mengatakan, untuk mewujudkan Bandung Bersih Narkoba (Bersinar), semua lapisan harus terlibat karena peredaran kini semakin sulit dilacak menggunakan berbagai cara.

Menurut Yeni, narkoba sangat berbahaya, tak hanya merusak bangsa tapi bisa menimbulkan kriminalitas.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Bandung Yayan Brialiyana mengatakan, tes urine untuk ASN jajaran Pemkot Bandung bukan untuk yang pertama tapi sudah dilakukan hampir di seluruh bagian.

"Hari ini giliran BKPP karena sebagai melayani ASN harus menjadi contoh khusus nya bebas dari narkoba," ujar Yayan yang memeriksakan urine nya nomor 1.

Yayan berjanji jika ada ASN yang positif mengkonsumsi narkoba akan ditindak tegas sesuai aturan.

" Jika positif narkoba, (pegawai) diserahkan ke BNN apakah direhalitasi atau proses hukumtapi sanksi sebagai ASN tetap ada bisa sampai pemecatan," ujar Yayan. 

Penulis: Tiah SM
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved