Pilpres 2019

Aksi Gebrak Podium Prabowo di Yogyakarta Bikin Heboh, Style-nya Disebut Mirip Duterte dan Trump

Aksi gebrak podium itu dilakukan Prabowo saat berorasi menyinggung netralitas TNI dan Polri.

Aksi Gebrak Podium Prabowo di Yogyakarta Bikin Heboh, Style-nya Disebut Mirip Duterte dan Trump
ISTIMEWA
Rodrigo Duterte, Prabowo Subianto, dan Donald Trump 

Cara bicaranya mempengaruhi persepsi orang dengan cara mengaduk-aduk emosi mereka yang tidak puas kepada kebijakan dan ulah elite-elite tersebut.

"Salah satu bentuknya, Prabowo beberapa kali bilang 'ndasmu'. Kemudian contoh kampanye gaya nyeleneh itu joget di atas panggung. Lalu, ketika membangun sentimen ke elite, dia bilang pencuri dan sebagainya," ujar pakar komunikasi dan marketing politik UGM itu.

Kurang Berpengaruh

Meski demikian, Ahmad berpendapat, persepsi sifat dan karakter itu tidak berpengaruh besar terhadap perluasan basis elektoral Prabowo.

"Kalau Prabowo mau memperluas basis elektoral ke swing voters di kubu Jokowi atau pemilih yang belum menentukan pilihannya, gaya seperti itu kurang punya dampak signifikan untuk merebut segmen pemilih ini," ujar Ahmad.

Sebab, masyarakat secara umum saja dinilai masih susah membedakan antara ekspresi yang menunjukkan ketegasan sebagai seorang pemimpin/calon presiden dengan personalitas yang keras, berwatak pemarah.

Justru, gaya Prabowo tersebut dianggap semakin membuat pendukung kedua kubu semakin loyal terhadap pilihannya masing-masing.

Pendukung Jokowi semakin yakin memilih Jokowi setelah melihat sifat dan karakter Prabowo yang demikian.

Begitu pula sebaliknya, pendukung Prabowo semakin loyal terhadap Prabowo sendiri lantaran sifat dan karakter yang ditampilkan itu.

"Di mata pendukung militan 02, ekspresi tersebut cenderung dimaknai positif. Sebaliknya, di mata pendukung 01, ekspresi tersebut cenderung di-frame negatif," ujar Ahmad.

Survei Terbaru

prabowo dan jokowi.
Prabowo dan Jokowi. (TRIBUNNEWS / DANY PERMANA)

Elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Maruf Amin mengungguli pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Demikian temuan dari survei yang dilaksanakan Voxpol Center Research and Consulting yang dirilis di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

"Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin masih memimpin dengan perolehan 48,8 persen dan pasangan Prabowo-Sandi 43,3 persen dengan 7,9 yang masih belum menentukan pilihan (Undecided Voters)," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Survei digelar sepanjang 18 Maret hingga 1 April 2019 dengan wawancara tatap muka dan kuisioner.

Jumlah responden sebanyak 1.600 orang yang diambil secara multistage random sampling dari 34 provinsi dan terbagi 50:50 berdasarkan jenis kelamin.

Margin of error survei sebesar 2,45 persen dan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen.

Pangi melanjutkan, gambaran elektabilitas ini menunjukkan peta politik yang semakin kompetitif.

Sebab, selisih elektabilitas kedua pasang kandidat sudah cukup dekat.

"Selisih elektabilitas kedua pasang hanya terpaut 5,5 persen. Kedua kandidat dan tim sukses harus bekerja keras untuk mengamankan peluang memenangkan kontestasi 17 April 2019 yang tinggal menghitung hari," ujar Pangi. 

Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved