Mulai Besok, Keluarga Mahasiswa Teater ISBI Bandung Gelar Hari Teater Sedunia 2019

Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar acara Hari Teater Sedunia di Gedung Dewi Asri ISBI Bandung

Mulai Besok, Keluarga Mahasiswa Teater ISBI Bandung Gelar Hari Teater Sedunia 2019
Istimewa
Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar acara Hari Teater Sedunia di Gedung Dewi Asri ISBI Bandung, 10-12 April 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar acara Hari Teater Sedunia di Gedung Dewi Asri ISBI Bandung, 10-12 April 2019.

Perhelatan akbar tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Teater sedunia yang jatuh setiap tanggal 27 Maret.

Dalam acara Hari Teater Sedunia, akan digelar tiga pertunjukan teater yang merupakan kolaborasi antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater se-Bandung Raya.

Tiga pertunjukan kolaborasi teater yang akan ditampilkan itu meliputi tiga zona kelompok teater dari berbagai kampus yang berbeda.

Di antaranya Zona A terdiri dari Teater Lakon (UPI), Teater Topeng (Universitas Maranatha), Stuba (Unisba), dan Teater Titic (Unpas); Zona D terdiri dari Teater Awal (UIN bandung), GSSTF (Unpad), dan Dapur Seni (UPI Cibiru); dan Zona F yakni KMT ISBI Bandung.

Divisi Acara Hari Teater Sedunia, Firman Maulana Isnan, mengatakan pihaknya sengaja mengusung konsep perrtunjukan kolaborasi antar-kelompok teater yang berbeda, karena berangkat dari tema ‘Menjaga Proses Teater’.

Jalur Majalengka-Kuningan Terputus, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

Sandiaga Uno Pamerkan Aktivitasnya di Media Sosial Saat Kampanye di Kandang Banteng

"Selain itu, acara tersebut diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi para pelaku seni teater," ujar Firman Maulana Isnan, dalam pesan yang diterima Tribun Jabar, Selasa (9/4/2019).

Menurut Firman, pengambilan tema dilatarbelakangi keresahan dari para pelaku teater yang menyatakan bahwa teater telah mengalami penurunan kualitas.

Firman akan membawakan pertunjukan teater bergaya realis.

Selain pertunjukan akan digelar diskusi mengenai teater realis. Pembicaranya adalah seorang seniman teater, Irwan Jamal.

“Kita harapkan diskusi bisa menumbuhkan kembali wacana berproses teater di kalangan pelaku teater, khususnya di Bandung,” ujarnya.

Peminat akan dipungut biaya Rp 25.000 per pertunjukan teater sedangkan untuk diskusi dan pawai seni tidak dipungut biaya.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved