Banjir di Kabupaten Bandung

Sering Dilanda Banjir, Warga Kampung Bojongpulus Rancaekek Mengaku Tak Diperhatikan Pemerintah

Sepuluh tahun terakhir sering dilanda banjir, warga Bojongpulus, Rancaekek mengaku tak diperhatikan pemerintah.

Sering Dilanda Banjir, Warga Kampung Bojongpulus Rancaekek Mengaku Tak Diperhatikan Pemerintah
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Banjir yang merendam permukiman di Bojongpulus. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Bojongpulus, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kerap terdampak banjir Sungai Cikeruh mengaku tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Warga Kampung Bojongpulus, Jajuli (58), mengatakan, daerah kampung tersebut kerap dilanda banjir lebih dari 10 tahun terakhir dan belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pemerintah atau pun relawan.

"Tidak pernah sama sekali, kalau banjir juga tidak pernah mengungsi, diam di rumah saja sampai banjir surut," kata Jajuli di Kampung Bojongpulus, Senin (8/4/2019).

Bantuan yang diinginkan oleh warga saat banjir melanda yakni, makanan, peralatan mandi, dan selimut.

Hal tersebut diinginkan lantaran akses menuju ruas jalan kabupaten terputus.

Saat banjir melanda, kata Jajuli, beberapa keluhan kerap dirasakan oleh warga, mulai dari terserang gatal-gatal, pegal linu di seluruh bagian tubuh, hingga mengalami diare.

"Sudah terbiasa, tapi masa harus begini setiap musim hujan," katanya.

Selain banjir, pascabanjir pun warga kerap terbebani untuk membersihkan jalan yang tertutup lumpur dan warga melakukan semuanya secara gotong royong menggunakan alat sederhana.

"Bayangkan saja, setelah banjir jalan selalu tertutup lumpur sampai 30 sentimeter," kata warga lainnya, Hamdani (35).

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di Kampung Bojongpulus, Senin (8/4/2019), banjir setinggi satu meter merendam kampung warga yang tepat berada di sekitar bantaran Sungai Cikeruh.

Banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan ini, merendam hingga ke dalam rumah warga dan memutus satu-satu akses jalan menuju Jalan Raya Majalaya-Rancaekek dan Jalan Raya Bandung-Garut.

Akibat banjir tersebut, sejumlah pengendara baik roda dua maupun roda empat terpaksa mencari jalan alternatif lain untuk menuju ruas jalan nasional atau pun jalan kabupaten.

Sebelum tahun 2000, hujan sederas apa pun mengguyur wilayah tersebut, Sungai Cikeruh tidak pernah meluap dan warga masih tenang beraktivitas di sekitar sungai.

Banjir Bandung Selatan, 2 SPBU Tak Beroperasi, Pertamina Siagakan SPBU Alternatif, di Sini Lokasinya

Hujan Deras Semalaman, Jalan Raya Majalaya-Rancaekek pun Terendam Banjir

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved