Pengedar Bahan Farmasi Tanpa Izin Ditangkap Polisi di Karawang, Ratusan Kosmetik Disita

Ratusan kosmetik berbahaya dan tanpa izin edar berhasil disita Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar pada Selasa (26/3/2019) di Kecamatan Tempuran, K

Pengedar Bahan Farmasi Tanpa Izin Ditangkap Polisi di Karawang, Ratusan Kosmetik Disita
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Enggar Parwanom (kiri) menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal dan berbahaya di Mapolda Jabar, Senin (08/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan kosmetik berbahaya dan tanpa izin edar berhasil disita Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar pada Selasa (26/3/2019) di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dari peredaran bahan farmasi tersebut, seorang tersangka berinisial T berhasil ditangkap jajaran Polda Jabar. Di saat bersamaan, ditemukan ratusan produk kecantikan dan obat-obatan, sebagai barang bukti.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Enggar Pareanom, menyatakan bahwa penangkapan tersangka pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dilakukan di Toko Alit dan dua lokasi penyimpanan bahan farmasi yang ada di Kabupaten Karawang.

"Tersangka ini mengedarkan bahan farmasi berupa obat keras yang bertuliskan K, tanpa dilengkapi resep dokter," katanya,  Senin (08/4/2019).

Gunakan Bahan Lokal, BPPT Harapkan Bantalan Udara Peluncur Kapal Dapat Gantikan Produk Impor

Sule Bongkar Perlakuan Buruk Lina Setelah Cerai, Ada yang Buat Anak Tak Ingin Temui Mantan Istrinya

Berdasarkan registrasi izin tempat usaha dan tanda daftar perusahaan, Toko Alit yang dimiliki oleh Tersangka T diperuntukkan jenis usaha toko klontong dan pakaian.

Setelah setiap ruangan toko diperiksa, ditemukan ruang penyimpanan yang digunakan tersangka menyimpan obat-obatan dan kosmetik.

"Barang berbahaya dan ilegal ini diedarkan hampir se Jawa Barat melalui online shop dengan akun 'SAMAHARGA SHOP'. Selain tidak memiliki izin edar, barang tersebut juga diduga tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat atau manfaat, dan mutu, " kata Kombes Pol Enggar Pareanom,

Sebanyak 24 barang bukti yang berhasil disita pihak Kepolisian.

Akibat perbuatannya, Tersangka telah melanggar UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 196, dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda Rp 1 miliar, pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar, pasal 198 dengan pidana denda Rp 100 juta.

Bersaing dengan Dua Kiper Muda untuk Menjadi Kiper Persib, Seperti Ini Respons I Made Wirawan

Honor Tenaga Honorer Sering Dirapel, Ridwan Kamil Minta Ubah Sistem dan Bayar per Bulan

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved