Menjelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang Naik Hingga 60 Persen di Garut

Menurutnya, sejumlah bahan pokok semisal bawang merah, bawang putih, dan cabai merah mengalami kenaikan dari Rp 10 sampai Rp 15 ribu per kilogram.

Menjelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang Naik Hingga 60 Persen di Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Harga cabai dan bawang di Pasar Ciawitali, Garut, mengalami kenaikan sejak beberapa pekan lalu. Kurangnya pasokan jadi salah satu penyebab kenaikan harga. Foto diambil pada Minggu (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Harga kebutuhan pokok masyarakat jenis sayuran dan bumbu dapur semisal bawang merah, bawang putih, dan cabai mengalami peningkatan dalam beberapa pekan. Kenaikannya pun mencapai 60 persen.

Oping (37), satu di antara pedagang di Pasar Ciawitali Garut mengatakan, kenaikan harga karena pasokan yang mengalami penurunan sedangkan permintaan bertambah apalagi menjelang bulan Ramadan.

"Sejak pekan kemarin bertahap naiknya. Pasokan juga enggak normal jadi buat harganya terus naik," kata Oping di Pasar Ciawitali, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya, sejumlah bahan pokok semisal bawang merah, bawang putih, dan cabai merah mengalami kenaikan dari Rp 10 sampai Rp 15 ribu per kilogram.

"Yang paling mencolok naiknya itu harga bawang putih, bawang merah dan cabe merah," ucapnya.

Video Viral Pengendara Mobil Minta Masuk Area CFD, Melotot ke Polisi: Saya Bawa Pejabat Lho

Tidak Hanya Telur, Harga Sayur Ini Ikut Naik Jelang Puasa

Untuk bawang merah saat ini harganya antara Rp 32 hingga Rp 35 ribu kilogram. Padahal jika sedang normal, harga per kilogram hanya di kisaran Rp 16 ribu.

Sementara bawang putih impor juga berada di kisaran Rp 32 ribu per kilogram dari harga sebelumnya di kisaran Rp 20 ribu. Harga cabai rawit inul yang sebelumnya sempat turun drastis Rp 6 ribu per kilogram, kini melonjak.

"Harga cabai inul menjadi Rp18 ribu per kilonya. Sedangkan cabe merah kriting di pasaran sebesar 10 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp 6 ribu per kilo. Cabai gepeng juga ikut naik jadi Rp 23 ribu," ujarnya.

Kenaikan sejumlah harga sayuran dan bumbu dapur tersebut, lanjutnya, dipicu oleh berbagai faktor. Selain stok barang berkurang, banyak petani yang mengalami gagal panen.

"Tingginya intensitas curah hujan dalam satu tahun ini menjadi salah satu indikator menurunnya stok barang sayuran. Banyak tanaman terkena hama sehingga sayuran tidak bisa tumbuh dengan baik," katanya. 

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved