Longsor di Bandung Barat

BPBD Sebut Telah Tangani Dampak dan Kirimkan Logistik kepada Korban Longsor Karyamukti Cililin

BPBD Bandung Barata telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Disdik Bandung Barat

BPBD Sebut Telah Tangani Dampak dan Kirimkan Logistik kepada Korban Longsor Karyamukti Cililin
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Petugas BPBD Bandung Barat saat meninjau longsor yang terjadi di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Senin (8/4/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dicky Maulana mengatakan BPBD di bawah koordinator Sekretaris Daerah, Asep Sodikin telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Disdik Bandung Barat untuk menangani dampak bencana longsor yang terjadi pada Jumat (5/4/2019) di Desa Karyamukti, Kecamatan Cililin.

Seperti diketahui, dampak longsor tersebut telah mengakibatkan terputusnya akses jalan karena jembatannya ambruk, dan ada bangunan sekolah yang rusak.

"Jembatan yang putus akan diperbaiki oleh PUPR dan ada SD yang rusak satu lokal itu nanti diperbaiki oleh Disdik. Sedangkan kami penanganannya hanya pada kejadian saja," katanya di kantornya, Senin (8/4/2019).

Sampai saat ini, kata Dicky, BPBD masih belum meningkatkan status bencana yang masih tetap di status siaga sampai 31 Mei.

Ada Baliho dan Spanduk Caleg di Lokasi Banjir Kabupaten Bandung, Warga Tanggapi Begini

Ada-ada Saja, Ini 5 Kelakuan Unik Warga Saat Banjir di Dayeuhkolot dan Baleendah Bandung

"Kemarin kami sudah turunkan beko (mobil pengeruk) agar jalan yang tertutup longsor bisa dilalui warga. Kami juga perkirakan kerugian dari bencana di Karyamukti, Kecamatan Cililin untuk jembatan Rp 500 juta dan total keseluruhan bencana longsor yang di Cillilin itu Rp 1 miliar termasuk SD yang rusak," ujarnya.

Selain itu, Dicky mengaku pihaknya telah mengirimkan logistik pangan bersama Dinas Sosial KBB, seperti makanan siap saji, mi instan, air mineral, dan bumbu-bumbu, serta ada pula beras dari Dinsos.

"Alhamdulillah tak ada korban jiwa dan tak ada yang mengungsi. Untuk bangunan yang rusak berat di Karyamukti ada 14 rumah dan di Nangerang ada 7 rumah. Semua itu kerusakannya 70 persen," katanya. (*)

Video Viral Pengendara Mobil Minta Masuk Area CFD, Melotot ke Polisi: Saya Bawa Pejabat Lho

BREAKING NEWS, Kebakaran Melanda Bengkel, Toko Suvenir dan Salon di Jalan Sentral Cimahi

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved