Banjir di Kabupaten Bandung

Banjir Lagi, Akses Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang Kab Bandung Pun Terputus

Akibatnya sejumlah akses jalan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang kembali terputus akibat terendam banjir.

Banjir Lagi, Akses Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang Kab Bandung Pun Terputus
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Sejumlah akses jalan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang terputus akibat banjir karena Sungai Citarum kembali meluap, Minggu (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, DAYEUHKOLOT- Sungai Citarum kembali meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung, Senin (8/4/2019). Hingga pagi ini air masih terus naik ke permukiman warga.

Akibatnya sejumlah akses jalan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang kembali terputus akibat terendam banjir. Hingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.

Hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur Bandung Raya sepanjang malam tadi. Menurut informasi dari masyarakat air mulai naik sejak sore dan puncaknya tengah malam sampai sekarang.

Menurut pantauan Tribun sejumlah jalan yang terputus di antaranya Jalan Raya Dayeuhkolot lebih tepatnya di depan Masjid Agung Ash Shofia Dayeukolot, Jalan Raya Anggadireja arah Taman Kota Baleendah dan Jalan Raya Baleendah-Banjaran samping Pom Bensin.

Selain itu banjir juga merendam akses jalan di Jalan Raya Andir-Rancamanyar dan Jalan Raya Dayeuhkolot-Moch Toha lebih tepatnya di depan Metra Garmen serta Jalan Raya Bojongsoang depan Pom Bensin Cikarees.

VIDEO BANJIR BANDUNG Selatan, Ratusan Orang Masih Mengungsi

Sempat Terputus karena Banjir, Akses Jalan Dayeuhkolot Kini Bisa Dilintasi Kendaraan

Sejumlah akses jalan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang terputus akibat banjir karena Sungai Citarum kembali meluap, Minggu (8/4/2019).
Sejumlah akses jalan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang terputus akibat banjir karena Sungai Citarum kembali meluap, Minggu (8/4/2019). (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)

Ketinggian air di sejumlah akses jalan tersebut sangat variatif mulai dari setinggi mata kaki hingga sedada orang dewasa.

Banyak warga yang memaksa menerjang banjir dengan berjalan kaki, karena banjir tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.

Ada juga warga yang memanfaatkan perahu dan delman sebagai alat transportasi dadakan.

"Dari sore air sudah datang, mulai naik tengah malam tadi sampai subuh. Bahkan sampai sekarang juga air masih naik," ujar Eva Indrayanti (41) warga RW 07 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah di Dapur Umum Kampung Muara.

Menjelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang Naik Hingga 60 Persen di Garut

Kabar Baru Roger Danuarta Setelah Jadi Mualaf, Tampil Berpeci dan Go Public dengan Cut Meyriska

Satu-satunya akses jalan yang bisa dilalui adalah Jalan Raya Bojongsoang, karena ketinggian air hanya sekitar betis hingga lutut orang dewasa. Banyak kendaraan bermotor yang memaksakan kendaraannya.

Banjir yang merendam permukiman di Bojongpulus.
Banjir yang merendam permukiman di Bojongpulus. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Hal ini menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang dari dua arah, baik dari arah Bandung maupun dari arah Baleendah dan Ciparay. Tadi pagi antrean kendaraan terpantau hingga pertigaan Bojongsoang.

"Panjang juga kalau dari arah Ciparay antrean kendaraan sampai pertigaan (Siliwangi) juga," kata Doni Ramadan (27) pengendara motor.

7 Warga Binaan Lapas Sukamiskin Ikut UNBK, Seorang Sedang Bebas Bersyarat

Postingan Jokowi dan Prabowo di Instagram Sebelum Berkampanye Hari Ini

Selain memutus akses jalan, banjir juga merendam ribuan rumah di tiga kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. (mud)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved