Minggu, 12 April 2026

Keramaian Pasar Minggu Lapangan Brigif, Jadi Sasaran Kampanye Peduli Lingkungan GPS

Pengunjung pasar minggu atau pasar tumpah di Lapangan Manunggal Brigif 15 Kujang II Cimahi, Jalan Terusan Sudirman, Kota Cimahi, menjadi sasaran kampa

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Komunitas GPS Kota Cimahi saat memungut sampah di Lapangan Manunggal Brigif 15 Kujang II Cimahi, Minggu (7/4/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pengunjung pasar minggu atau pasar tumpah di Lapangan Manunggal Brigif 15 Kujang II Cimahi, Jalan Terusan Sudirman, Kota Cimahi, menjadi sasaran kampanye peduli sampah oleh Komunitas Gerakan Pungut Sampah (GPS) Kota Cimahi.

Hal itu, karena setiap Minggu ada ribuan pengunjung yang hadir ke tempat keramaian milik TNI tersebut, sehingga Komunitas GPS pun menilai cocok untuk mengampanyekan peduli sampah ke masyarakat yang hadir.

Atas hal tersebut, sejumlah orang yang tergabung dalam Komunitas GPS, pada Minggu (7/4/2019), menggelar aksi pungut sampah di Lapangan Manunggal Brigif 15 Kujang II Cimahi dengan didampingi Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Koordinator GPS Kota Cimahi, Heli Saptaji Wibowo, mengatakan, alasan memilih Brigif dalam kampanye peduli sampah karena berdasarkan hasil analisa, setiap hari Minggu terdapat 7 hingga 8 ribu orang yang hadir.

"Selain itu ada 2 ribu hingga 3 ribu pedagang yang hadir, sehingga dengan kehadiran mereka, dari sini bisa menghasilkan sampah hingga 4 truk saat hari Minggu," ujarnya saat ditemui disela kegiatan Gerakan Pungut Sampah.

Gelar Game Internal, Miljan Radovic Otak-atik Susunan Pemain Persib Bandung

Sindir Pemerintahan Jokowi, Prabowo: Kemiskininan Menurun, Menurun dari Kakek ke Cucu

Menurutnya, dengan adanya aksi Gerakan Pungut Sampah tersebut, masyarakat bisa peduli sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Jadi tujuan diadakannya kampanye peduli sampah ini agar secara perlahan masyarakat bisa teredukasi, hingga akhirnya peduli terhadap sampah," katanya.

Hal tersebut, kata dia, karena kepudulian masyarakat terhadap sampah hingga saat ini masih rendah, sehingga masih tetap perlu diberikan edukasi secara terus menerus.

"Mengutip dari perkataan pak wakil wali kota, Kota Cimahi menghasilkan sampah sebanyak 250 ton per hari, artinya itu tolak ukur berapa jauh tingkat kesadaran masyarakat Kota Cimahi ini," ucapnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang ikut melakukan pungut sampah, mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan komunitas GPS tersebut.

"Karena adanya sampah yang masih berserakan ini adalah tantangan, kalau ada kegiatan dari masyarakat untuk membersihkan, saya sangat mendukung dan mengapresiasi," katanya.

Menurutnya, kebersihan dan bebas dari sampah di Kota Cimahi merupakan kepentingan dan kebutuhan bersama, sehingga masyarakat sudah seharusnya memberikan edukasi hingga disiplin pribadi.

"Untuk tidak membuang sampah sembarangan itu diawali dari disiplin pribadi. Kalau disiplin pribadi sudah tertanam saya yakin tidak akan membuang sampah sembarangan," kata Ngatiyana.

Pelatih Salut Semangat Atlet Angkat Berat Jabar, Anggaran Belum Cair Masih Tetap Berlatih

LINK LIVE STREAMING MasterChef Indonesia RCTI Minggu 7 April 2019, Bisa Ditonton di HP Anda

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved