Komentar Kocak Siswa SMA di Medsos Kemdikbud, Belum Move On dari Soal UNBK Matematika yang Sulit

Bersamaan dengan digelarnya UNBK tersebut, media sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemdikbud langsung dibanjiri komentar beragam warga

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Kolase Tribun Jabar (Istimewa dan TribunJabar/Gani Kurniawan)
Ilustrasi siswa SMA kesulitan mengerjakan soal matematika UNBK 

PEKAN ini, Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK digelar untuk tingkat SMA.

Adapun mata pelajaran yang diujikan pada UNBK SMA tahun ini, adalah Bahasa Indonesia pada Senin (1/4/2019), Matematika pada Selasa (2/4/2019), Bahasa Inggris pada Kamis (4/4/2019), dan mata pelajaran jurusan pada Senin (8/4/2019).

Bersamaan dengan digelarnya UNBK tersebut, media sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemdikbud langsung dibanjiri komentar beragam warganet.

Kebanyakan warganet yang diketahui merupakan siswa SMA itu, protes atau curhat terhadap soal UNBK matematika.

Mereka, protes dan curhat lantaran sulitnya soal UNBK yang diujikan, terutama matematika.

Uniknya, protes warganet ini dibarengi dengan komentar-komentar yang jenaka.

Menurut pantauan, hingga Kamis (4/4/2019), salah satu unggahan Instagram @kemdikbud.ri sudah dihujani 37 ribu komentar.

Padahal, sejatinya unggahan itu terbit pada Rabu (4/4/2019).

Perketat Keamanan Saat UNBK, SMAN 22 Bandung Tambah 2 Personel Satpam

Unggahan tersebut berisi ucapan terima kasih Kemdikbud kepada siswa SMA yang sudah mengerjakan ujian matematika.

"Terima kasih, sudah membantu Zaky dan Safira membuat password. Tetap semangat, ya! Dan jangan lupa, prestasi penting, jujur yang utama!" begitu bunyi tulisan di unggahan tersebut.

"#SahabatDikbud , ada pesan dari Zaky dan Safira, nih. Tetap semangat, ya! Semoga ujian nasionalnya berjalan dengan baik dan lancar," tulis akun @kemdikbud.ri di kolom caption.

Berikut komentar-komentar dari warganet di unggahan tersebut (semua komentar sudah diperbaiki ejaannya).

"Tahun depan soal matematika pakai soal listening pak biar greget," tulis @rianbuchory.

"Pak kenapa sih rumus matematika itu lebih susah daripada rumus-rumus yang lain?" tulis @indralfrs_.

"Pak tolong jangan buat susah soal peluang-peluang dadu pak, saya saja menghitung peluang saya lolos UN saja masih bingung pak gara-gara soal bapak," tulis @faizal_juli.

"Untung saya suka matematika pak, suka remidi mulu, untung guru saya sabar menemani saya remidi, terima kasih bapak untung tercinta," tulis @papapsgemes.

"Insya Allah ini cobaan hidup agar lebih kuat untuk hidup ke depannyaa," tulis @mmafatima.

"Kak tadi aku disuruh hitung berapa belanjanya Bu Ani tapi sedangkan nama Bu Ani siapa ya," tulis @kimhakim1.

"Jadi gini, soal matematikanya membuat tulang kering ku basah," tulis @sugiantari38.

"Pak, kok saya aneh yah baru lihat soal pertama UN matematika saja sudah pusing," tulis @yedijaf.m.

Mau ke Sekolah Terjebak Banjir, Seorang Siswa SMAN 12 Bandung Gagal Ikut UNBK

"Pak? Guna Matematika di kehidupan nyata apa ya? Kok angka dicampurin abjad sih soal-soalnya," tulis @iqbalimbran.

"Pak matematika sangat asyik loh, semoga saja ulangan matematika tambah dipersulit pak, seperti menghitung luas bola kaki yang di bagian pinggirnya kempot 20° yang diletakan di pinggir motor dengan kemiringingan 12% dijumlahkan dengan jari-jari motor Supra 4 Tak dengan kecepatan rata-rata 85km/jam," tulis @aqilmunawarr.

"Pak request buat tahun depan, Inggris yang ngisi suara listening-nya Eminem," tulis @Zafatunaya.

"Jadinya mereka ngerjain matematika atau dikerjain matematika ya? tulis @berlianatasa.

"Pak kita UN matematika kok cuma 15 menit ya ngerjain? Sisa waktunya saja saya buat live instagram. Bodo amat ah yang penting kejawab," tulis
@maulanaa.11.

"Disuruh itung luas kandang ayam dan yang lebih luas yang mana? Yang mau bikin kandang kan bukan saya pak, kok nanya saya terserah yang bikin sih, bikin susah aja," tulis @yunitarizkix.

"Kebayang enggak soal matematika listening pake bahasa Arab," tulis @vhandiy.

"Tadi kami UN Bahasa Inggris nih, sebelum ujian ada mati lampu 30 menit, kok yang seharusnya waktu kami 2 jam menjadi 1 jam 30 menit? Itupun dikatakan saat terakhir. Di saat waktu kami 40 menit lagi di laptop, dikatakan waktu kami tinggal 10 menit lagi....kok makin dipersulit ya? Udah kemaren stress sama matematika yang tidak nyambung dengan kisi-kisi dan pelajaran, sekarang tambah lagi masalah ini? Kalau nilai un kami rendah, siapa yang mau disalahkan? Bagaimana dengan bonus demografi 2030 nanti dengan nilai kami yang begitu?" tulis @nazori_saputra.

Soal HOTS

Ketua BSNP Bambang Suryadi mengatakan, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun sebelumnya.

Hanya saja, memang ada perbedaan dari segi jumlah peserta dan jadwal ujian.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat," kata Bambang, dikutip dari Kompas.com.

Adapun soal yang diterapkan adalah soal yang berorientasi pada penalaran atau higher order thinking skills (HOTS).

Soal Ridwan Kamil ditegur Ombudsman Terkait UNBK, Emil dan Kadisdik Jabar Minta Maaf

HOTS sendiri bertujuan untuk mengasah keterampilan mental seputar pengetahuan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad, Ph.D., mengatakan, HOTS adalah satu cara untuk menguji apakah seseorang bisa menganalisis, membandingkan, menghitung, dan sebagainya.

"Jadi memang diperlukan kemampuan yang tidak biasa. Bukan hanya sekadar mengingat atau menghafal saja," jelas Prof. Intan, dilansir dari laman Ruang Guru.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, sejauh ini pelaksanaan UN berlangsung lancar.

Walaupun ada kendala, lanjut dia, itu dikarenakan masalah teknis.

"Kemarin ada laporan sekolah yang komputernya terkena virus tapi sudah bisa diatasi," kata Muhadjir Effendy

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved