Proses Hukum Ibu Kubur Bayinya Hidup-hidup di Purwakarta Belum Bisa Dilanjutkan, Ini Alasannya

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengatakan bahwa pihaknya belum bisa melanjutkan proses hukum kasus bayi dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri.

Proses Hukum Ibu Kubur Bayinya Hidup-hidup di Purwakarta Belum Bisa Dilanjutkan, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Haryanto
Kapolres Purwakarta, AKBP Martius usai menjenguk bayi Dian Asriani di ruang PICU NICU RSUD Bayu Asih Purwakarta, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengatakan bahwa pihaknya belum bisa melanjutkan proses hukum kasus bayi dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri.

Sebab kondisi terduga pelaku W (35) saat tega melakukan perbuatannya itu sedang mengalami depresi berat.

Hal itu dia katakan seusai melakukan kunjungan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjenguk bayi bernama Dian Asriyani yang dirawat di ruang PICU NICU.

"Dalam kondisi seperti sekarang ini, kami pihak kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena kondisi diduga sebagai pelaku tidak dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani," kata Matrius di depan ruangan PICU NICU RSUD Bayu Asih, Nagri Kaler, Purwakarta, Kamis (4/4/2019).

Tapi meski demikian, pihaknya perlu mendapat bukti secara formal mengenai kondisi terkini kejiwaan istri Ujang Solihin (40).

Tengok Bayi Dian yang Dikubur Hidup-hidup, Kapolres Purwakarta: Perlu Penanganan Medis Lebih Lanjut

Oleh karena itu, kini terduga pelaku W perlu penanganan khusus psikiater di RSUP Hasan Sadikin, Bandung untuk bisa memastikan kejiwaan W.

"Kondisi itu harus dibuktikan, jadi kami lakukan pemeriksaan dengan tim medis di RSHS untuk memenuhi unsur formal bahwa yang bersangkutan memang tidak memenuhi syarat untuk dilakukan penegakan hukum," ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa sebelum dibawa ke Bandung, W sempat diperiksa oleh psikiater dari RSUD Purwakarta.

Namun hal itu dinyatakan belumlah kuat untuk dijadikan barang bukti bahwa W benar-benar mengalami gangguan jiwa.

Pada pemeriksaan itu, Matrius mendapatkan fakta bahwa W dinyatakan mengalami depresi berat dengan gejala psikotik.

"Ibunya mengalami psikososis atau ibaratnya sering mengalami khayalan atau mendengar suara-suara gitu," ucap dia menjelaskan.

Dandim Sumedang Benarkan Terduga Pelaku Penganiayaan Kakak Ipar hingga Tewas Adalah Tentara

VIDEO-Kecelakaan di Jalan Pelajar Pejuang Bandung, Datsun Terguling Tabrak Innova Terekam CCTV

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved