Pengungsi Banjir di Kabupaten Bandung Butuh Obat-obatan, Sembako dan Makanan Bayi

Banjir yang datang tiba-tiba merendam tiga wilayah kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang di Kabupaten Bandung.

Pengungsi Banjir di Kabupaten Bandung Butuh Obat-obatan, Sembako dan Makanan Bayi
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Sejumlah akses jalan di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, terputus akibat terendam banjir, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Banjir yang datang tiba-tiba merendam tiga wilayah kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang di Kabupaten Bandung. Hal tersebut memaksa ratusan warga kembali mengisi posko pengungsian yang telah disediakan pemerintah.

"Kalau disini (Gedung Inknas) sudah satu minggu lebih ngungsi. Tapi sekarang yang terparah karena sampai ke jalan," kata salah satu pengungsi di Gedung Inkanas Neti (39), Kamis (4/4/2019).

Meski banjir sudah meredam pemukiman warga seminggu lalu, menurutnya banjir yang terjadi Kamis (4/4/2019) dini hari tadi merupakan banjir terbesar karena selain merendam ribuan rumah di tiga kecamatan, luapan air Sungai Citarum ini juga menutup sejumlah akses jalan utama masyarakat.

Ketinggian air di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah menurutnya sangat variatif, mulai dari 1 meter, 1,5 meter, 1,8 meter hingga mencapai 2 meter lebih. Termasuk di rumahnya di RW 09 Kampung Cigosol yang mencapai 1,8 meter.

"Iya kami berharap pemerintah bisa mencarikan jalan keluar yang terbaik supaya bisa meredam banjir. Dibilang cape ya cape, karena baru juga seminggu ngisi rumah harus balik lagi ke pengungsian," tuturnya.

Jumlah pengungsi di Gedung Inkanas pun terus bertambah, jika sua hari lalu jumlah pengungsi sebanyak 57 kk, tadi pagi jumlah pengungsi bertambah mencapai 61 kk dengan 161 jiwa.

"Ada yang mengungsi ada juga yang memilih bertahan di rumah masing-masing bagi yang memiliki loteng lantai dua. Ada juga yang memilih ngungsi ke rumah saudara-saudaranya," katanya.

Diakui Neti meski sudah sepekan berada di pengungsian, Neti menuturkan para pengungsi belum mendapat bantuan apapun, kecuali air minum sebanyak 3 dus beberapa waktu lalu untuk 57 kk.

"Kalau yang diperlukan untuk saat ini paling obat-obatan belum ada, (layanan) puskesmas belum ada, makanan untuk bayi khususnya sembako juga belum ada," pungkasnya.

Selain di Gedung Inkanas Ratuan pengungsi juga tersebar di beberapa posko banjir. Di antaranya di Selter Pengungsian Desa Dayeuhkolot, Selter Parunghalang, dan Selter Gudang Tenggo Cijagra Bojongsoang serta kantor-kantor RW dan masjid-masjid setempat. (mud)

RESMI Gaji PNS Tahun 2019 Naik 5 Persen, Kenaikan untuk Januari - Maret Dirapel Pertengahan April

VIDEO JET PRIBADI PRABOWO Dihalangi 3 Jet Tempur, Bukti dari CVR akan Dilaporkan

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved