Breaking News:

Konsisten Dorong UKM Ciptakan Peluang Usaha, JNE 'BALAREA' UKM Festival Digelar Sabtu Ini di Ciwalk

Industri logistik tumbuh, dorong JNE untuk terus mendukung UKM selaku pelaku industri kreatif untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitas

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
(kiri ke kanan) : Jodi Janitra ( Ketua HIPMI Jawa Barat), Mayland Hendar Prasetyo (Deputy Director e-Commerce & Partnership JNE), Dhatu Rembulan (pelaku industri kreatif sekaligus entrepreneur fashion), dan Sebastian (Head of Marketing and Sales Dept JNE Bandung) berfoto di acara konferensi pers JNE 'BALAREA' UKM Festival, di kawasan Jalan Ir H Juanda, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, JNE selaku perusahaan ekspedisi melihat industri kreatif sebagai bidang yang diproyeksikan menjadi penopang utama ekspor Indonesia pada masa mendatang.

Di saat bersamaan, industri logistik juga ikut tumbuh positif karena pemindahan barang dari produsen ke konsumen akhir membutuhkan logistik yang efisien dan tepat waktu.

Hal ini mendorong JNE untuk terus mendukung para UKM selaku pelaku industri kreatif untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitas sehingga dapat menciptakan peluang usaha, bahkan dapat bersaing secara global, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Berbagai program pengembangan UKM terus dilakukan secara aktif, termasuk di Bandung. Setelah sukses menggelar 15 seminar serta pelatihan UKM dengan menghadirkan narasumber inspiratif, JNE Bandung telah mengajak lebih dar 1.500 UKM untuk mendapatkan informasi, motivasi dan pelatihan UKM di 19 Kota dan Kabupaten Bandung.

Terkait hal ini, JNE Bandung berkolaborasi dengan para UKM menghadirkan JNE UKM Festival ‘BALAREA’ (Bandung Lautan Kreatif) 2019 untuk pertama kali dengan Tema “Festival Kreasi Urang Bandung untuk mendorong UKM Ciptakan Peluang Usaha di Era 4.0”.

Deputy Director e-Commerce & Partnership JNE, Mayland Hendar Prasetyo, mengatakan bahwa sejak awal dalam menjalankan bisnisnya JNE mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk diorbitkan di tingkat nasional.

Pada Agustus tahun lalu, lanjutnya, JNE bekerja sama dengan salah satu marketplace memilih 10 UMKM guna dibina agar bisa maju di level nasional hingga internasional.

"Kuncinya adalah user. Selama ini, barang yang dijual online, 7 hingga10 persen barang yang dijual adalah produk sendiri, sedangkan 90 persen merupakan produk luar negeri," kata Mayland dalam press conference di hotel kawasan Dago, Kamis (4/4/2019).

Mayland mengatakan bahwa selain itu berbagai program pengembangan UKM lainnya dilakukan di seluruh Indonesia.

Secara Nasional JNE mengadakan roadshow pengembangan UKM JNE Ngajak Online yang dilaksanakan hingga ke Timika.

Peningkatan segala sektor layanan pun terus dilakukan seperti perluasan jaringan, peningkatan di bidang IT, Infrastruktur dan SDM terus dikembangkan demi mendorong pengembangan para pelaku kreatif dan UKM di tengah revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0. dimana pada masa mendatang, ekonomi global akan semakin bergantung pada sektor ekonomi kreatif.

Pada saat yang sama, ketergantungan masyarakat global terhadap teknologi informasi dalam aktivitas sehari-hari telah memicu pertumbuhan secara eksponensial ke ekonomi kreatif.

Dengan kelebihan demografi sebanyak 250 juta penduduk, ekonomi kreatif Indonesia bisa menjadi salah satu unggulan dalam pasar luar negeri. Sejauh ini, tanda-tanda kekuatan ekonomi kreatif nasional mulai terlihat.

"Data Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mencatat ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia pada 2016 mengalami peningkatan 3,23 persen menjadi 20 miliar dolar AS dibandingkan dengan realisasi pada 2015," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager JNE Bandung, Iyus Rustandi menyampaikan bahwa UKM Balarea Festival 2019 merupakan langkah nyata JNE dalam mewujudkan tagline Connecting Happiness dan untuk turut mendorong UKM menjawab tantangan serta menciptakan peluang usaha.

Kegiatan yang digelar di Ciwalk, Sabtu (6/4), kata Iyus, juga sebagai puncak acara dari rangkaian program yang telah dilaksanakan JNE Bandung untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mendorong ekonomi digital di kalangan generasi millenial.

"Tujuannya agar mereka makin jeli dalam melihat peluang karena didukung segala sektor, yakni pemerintahan, asosiasi, komunitas UKM, dan tentunya sistem logistik yang efisien serta tepat waktu," katanya.

Sementara narasumber lain yang dihadirkan yaitu Jodi Janitra ( Ketua HIPMI Jawa Barat) dan Dhatu Rembulan (pelaku industri kreatif sekaligus entrepreneur fashion), mengajak warga Bandung untuk menghadiri JNE UKM Festival yang akan digelar pada Sabtu, 6 April 2019 di Cihampelas Walk, Jl Cihampelas No. 160.

Pengunjung dapat menyaksikan beragam kegiatan menarik, seperti talk show interaktif, bazar UKM, photo contest, games dan doorprize, promo JLC double poin, hingga booth pengiriman gratis untuk tujan Kotamadya Bandung serta Cimahi untuk maksimal kiriman 1 kg. (kemal setia permana)

Cita-cita Timnas Voli Putri Indonesia Mengalahkan Juara Bertahan SEA Games, Tapi Persiapan Minim

Mendag RI Ajak Mahasiswa STMIK CIC Cirebon Tumbuhkan Konsep Kewirausahaan

Soetrisno Bachir Tantang Pesantren di Tasikmalaya Untuk Lahirkan Entrepreneur Masa Depan

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved