Kayu Mulai Lapuk dan Besi Keropos, Kerap Terjadi Kecelakaan di Jembatan Bendung Ciyasana

Sejumlah kejadian nahas terjadi di Jembatan Bendung Ciyasana yang berada di Kampung Pintu Air, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Ba

Kayu Mulai Lapuk dan Besi Keropos, Kerap Terjadi Kecelakaan di Jembatan Bendung Ciyasana
tribunjabar/hakim baihaqi
Jembatan Bendung Ciyangsana 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah kejadian nahas terjadi di Jembatan Bendung Ciyasana yang berada di Kampung Pintu Air, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kejadian yang kerap terjadi di jembatan untuk pejalan kaki ini, ada beberapa warga pernah terperosok ke dalam Sungai Cikeruh, karena minimnya pagar pembatas di jembatan penghubung dua desa tersebut.

Penjaga Bendung Ciyasana, Deni Mulyana (31), menyebut, kejadian tersebut menimpa kepada anak-anak, lantaran tidak berhati-hati saat melintas, sehingga terperosok ke aliran sungai, namun tidak terbawa arus.

"Sudah sering saya ingatkan, untuk berhati-hati kalau lewat sini, bahaya apalagi kalau air sudah sampai naik," kata Deni di jembatan Bendung Ciyasana, Kamis (4/4/2019).

Meski Mengkhawatirkan, Jembatan Bendung Ciyasana Banyak Dipakai Warga karena Persingkat Waktu

Amien Rais Jadi Saksi, Ratna Sarumpaet Berulang-ulang Ubah Posisi Duduk dalam Sidang Kasus Hoaks

Untuk mengantisipasi kecelakaan serupa, warga sekitar memasangi pagar besi sederhana di jembatan tersebut.

Besi-besi itu pun didapatkan dari warga dan dibangun secara swadaya oleh warga.

Deni mengatakan, untuk orangtua di yang berada di sekitar jembatan, diminta terus mendampingi anak-anaknya saat melintasi jembatan, karena beberapa hari terakhir ini volume air sungai meningkat.

"Jangan sampai terulang, kita harus sama berhati-hati biar tidak ada korban," katanya.

Melintang di atas anak Sungai Citarum, yaitu Sungai Cikeruh, jembatan ini setiap harinya digunakan oleh warga sebagai akses penghubung antara dua desa, yaitu Desa Rancaekek Kulon dan Rancaekek Wetan.

Jembatan Bendung Ciyasana ini, diketahui sengaja dibangun pada 1952 oleh pemerintah, yang berguna untuk memudahkan warga dari dua desa tersebut untuk beraktivitas, terutama pejalan kaki.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (4/4/2019), Jembatan Bendung Ciyasana, dalam kondisi mengkhawatirkan dan sering terjadi guncangan saat melintas. Beberapa kayu di jembatan tersebut mulai lapuk serta besi rangka mulai keropos.

Rhoma Irama Dukung Eddy Soeparno: Mari Bersatu Menangkan yang Bela Umat

Sebelum Ditemukan Tewas Tanpa Kepala, Budi Hartanto Bawa Uang Banyak, Warkop Acak-acakan

Kondisi Jembatan Bendung Ciyasana di Rancaekek Mengkhawatirkan, Beberapa Bagian Keropos

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved