Kasus Habib Bahar bin Smith

Jaksa: Dari Fakta Persidangan, Habib Bahar Terbukti Lakukan Penganiayaan terhadap Korbannya

Fakta itu diungkap oleh korban Cahya Abdul Jabbar dan Choirul Umam yang sudah bersaksi pada persidangan pekan lalu.

Jaksa: Dari Fakta Persidangan, Habib Bahar Terbukti Lakukan Penganiayaan terhadap Korbannya
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Habib Bahar bin Smith mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (28/2/2019). 

PADA fakta persidangan kasus penganiayaan Cahya Abdul Jabbar dan Choirul Umam oleh terdakwa Habib Bahar bin Smith yang bergulir di Pengadilan Negeri Bandung, menepis tudingan kriminalisasi terhadap Habib Bahar bin Smith.

‎"Pada fakta persidangan sudah mengungkap terjadinya (tindak pidana) pengeroyokan, penganiayaan terhadap dua orang yang mengakibatkan luka-luka berat," ujar Suharja, jaksa penuntut umum yang memeriksa dan menuntut terdakwa, usai persidangan di Gedung Arsip, Jalan Seram Kota Bandung, Kamis (4/4/2019).

Keduanya di persidangan, mengatakan dianiaya oleh Habib Bahar bin Smith dan dua terdakwa lainnya.

"Keterangan saksi korban, dikuatkan lagi dengan alat bukti keterangan ahli dari dokter ahli yang akan menerangkan visum dari kondisi korban yang mengalami luka-luka. Lalu saksi saksi ahli forensik yang menerangkan keaslian video penganiayaan kedua korban yang kemarin viral," ujar Suharja.

‎Saksi ahli dari dokter yang akan menjelaskan visum kondisi korban dan saksi ahli forensik yang akan menerangkan keaslian vdeo penganiayaan yang viral akan dihadirkan pada persidangan 18 April mendatang.

Dari rangkaian fakta penganiayaan yang didasarkan pada kesaksian korban dan alat bukti surat visum lalu keterangan ahli, ternyata, perbuatan itu diatur dan dilarang dalam ketentuan perundang-undangan seperti yang didakwakan jaksa.

 Kota Tasikmalaya Belum Terapkan Sanksi Bagi Pengemudi yang Merokok, Masih Tunggu Arahan

Yakni, Pasal 333 ayat 1 dan atau Pasal 170 ayat 2 dan atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Kami akan buktikan semua dakwan itu berdasarkan fakta keterangan saksi, visum, video dan ahli. Jadi kami tidak mengarang cerita," ujarnya.

‎Sementara itu, ditanya soal kualitas kesaksian orang tua Cahya Abdul Jabbar yang dinilai menguntungkan terdakwa, jaksa menganggap itu tidak memiliki kualitas kesaksian sebagai saksi.

"‎Orang tua korban Cahya Abdul Jabbar itu tidak meringankan terdakwa, dia tidak mengerti dengan fakta kejadian anaknya dianiaya oleh terdakwa," ujar Suharja.

(Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved