Penumpang Sakoci Keluhkan Bus Tak Masuk Tempat Wisata, Hanya Numpang Lewat

Penumpang Sakoci keluhkan bus tak masuk tempat wisata, hanya numpang lewat saja.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Warga saat naik di dalam bus Sakoci di car free day Cimahi, Minggu (3/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Organda Kota Cimahi yang mengelola Bus Wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) pernah mendapat keluhan dari penumpang karena tidak pernah masuk ke tempat wisata yang dilewati.

Untuk rute yang akan dilewati bus wisata tersebut di antaranya Kampung Adat Cireundeu, Makam Kerkof, Gedung Cimahi Technopark, Pusdik Armed, Penjara Poncol, dan ke tempat bersejarah lainnya dengan dipandu oleh pemandu wisata.

Wakil Ketua Organda Kota Cimahi, Olan Siswanto, mengatakan, keluhan kekurangan Bus Sakoci adalah tidak bisa masuk ke tempat wisata.

"Keluhan dari penumpang pasti ada, contoh ada penumpang yang menanyakan kenapa tidak masuk ke tempat wisata. Kami jawab harus mengikuti aturan sesuai peraturan wali kota," ujarnya di Alun-alun Cimahi, Rabu (3/4/2019).

Olan menambahkan, tarif Sakoci tidak pernah dikeluhkan oleh masyarakat, karena pihaknya sudah melakukan survei, seperti ke Kota Bandung yang memiliki Bus Bandros.

"Tarif Sakoci berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 39 tahun 2018 tentang kendaraan wisata Kota Cimahi," kata Olan.

Dalam Perwal tersebut, untuk tarif single trip bagi penumpang umum yakni Rp 20 ribu untuk satu kali perjalanan, Rp 15 ribu untuk pelajar, dan untuk multiple trip atau one pass per satu hari perjalanan Rp 40 ribu per orang.

Tarif sewa Sakoci Rp 1.000.000 per delapan jam perjalanan satu hari.

Apabila pengguna Sakoci melebihi waktu sewa akan dikenakan tarif sewa tambahan Rp 100 ribu.

"Tapi kami punya kebijakan, kalau anak TK atau Paud gratis tapi orang tua yang mengantar tarifnya Rp 20 ribu," katanya.

Penumpang, asal Soreang, Kabupaten Bandung, Irma Setiawati (47), menyayangkan terkait tidak masuknya bus Sakoci tersebut ke tempat-tempat wisata yang ada di Kota Cimahi.

"Kalau bisa masuk (tempat wisata) lebih seru, tapi anak-anak mah diajak naik juga sudah senang," katanya.

Sementara disinggung terkait tarif, ibu yang memiliki dua orang anak ini menyebut standar atau lebih murah, jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kota Bandung yang memiliki Bandros.

Bus Sakoci Sangat Diminati Warga Saat Hari Libur, Hari Biasa Masih Sepi Peminat

Viral Tagar #AmplopLuhutAdaMaunya, Ternyata Berawal dari Video Ini, Deretan Politikus Ikut Komen

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved