Dinkes Terjunkan Tim Puskesmas Tinjau Yayan, Hengky Kurniawan Segera ke Rutilahu Itu

Pemerintah daerah Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan segera menerjunkan tim dari puskesmas Desa Cijenuk, untuk meninjau langsung ke kediaman Yayan

Dinkes Terjunkan Tim Puskesmas Tinjau Yayan, Hengky Kurniawan Segera ke Rutilahu Itu
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Kondisi dalam rumah Yayan 

Istri Yayan sejak 12 tahun mengalami gangguan kejiwaan dan tinggal di kediaman orang tuanya di Kampung Cilimus, Desa Cijenuk.

Sehari-hari, Yayan tinggal bersama anak bungsunya karena ketiga anak lainnya tinggal di pondok pesantren sedangkan anak bungsunya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Pasirpogor 1.

Dari pantauan Tribun di lokasi, kediaman Yayan sangat memprihatinkan atau rumah tidak layak huni (rutilahu). Kondisi rumah panggung, berbilik anyaman bambu, dan beralas papan.

Setelah Lututnya Dioperasi, Esteban Vizcarra Harus Istirahat 2 Bulan, Ada Bagian Tulang yang Lepas

5.200 Personel Gabungan Siap Amankan Pemilu di Cirebon Kota, Didominasi oleh Linmas

Rumah Yayan
Rumah Yayan (Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama)

Rumah Yayan memiliki tiga ruangan, yakni ruang kamar Yayan, ruang kamar Farhan, dan satu ruangan gudang tempat penyimpanan barang. Keluarga Yayan pun hanya miliki satu unit barang mewah yakni televisi.

Selain itu, kondisi dapur rumah Yayan pun masih menggunakan hawu dan beralaskan tanah. Di bagian depan rumahnya pun sepintas melihat seperti tak berpenghuni karena memang tampak tak layak huni.

Menurut Yayan, selama ini dirinya tak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Sebelumnya, setahun lalu kata Yayan ada dari Desa yang menyebut akan ada perbaikan rumahnya tersebut tetapi hingga saat ini tak kunjung terealisasi.

"Belum, belum ada bantuan dari pemerintah mah. PKH saja belum cair. Saya pun sudah tak miliki penghasilan karena kondisi mata sudah burem dan mendengarpun terbatas," kata Yayan di lokasi, Rabu (3/4/2019).

Dia pun mengaku tak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit. Ketika masih sehat, Yayan mengaku bekerja sebagai perajin kayu dan kuli-kuli panggul.

"Ya memang masalah penglihatan sudah saya rasakan lama sekali hingga pada 1993 sempat diperiksa ke RS Dustira dan diharuskan membeli alat harganya Rp 650 ribu, uang dari mana? Sampai sekarang belum pernah lagi ke rumah sakit," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved