Viral Video Ajak Warga Pilih Jokowi, Kades di Bogor Segera Dipanggil Bawaslu

Dalam video yang viral itu, seorang yang diduga kepala desa di Bogor mengajak warga untuk memilih Jokowi-Maruf Amin.

Viral Video Ajak Warga Pilih Jokowi, Kades di Bogor Segera Dipanggil Bawaslu
dok Twitter
Sebuah video seorang kepala desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin viral di media sosial. 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN BOGOR- Viral video ajak pilih nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan memanggil seorang kepala desa di Kabupaten Bogor.

Dalam video yang viral itu, seorang yang diduga kepala desa di Bogor mengajak warga untuk memilih Jokowi-Maruf Amin.

Karena itu, Bawaslu Kabupaten Bogor segera memanggil sang kepala desa untuk meminta klarifikasi dugaan ajakan memilih Jokowi.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris, mengatakan, pihaknya segera memanggil kepala desa tersebut pada tengah pekan ini.

"Hari Kamis (4/4/2019), kami akan minta keterangan pihak terkait untuk klarifikasi atas video itu," katanya kepada Kompas.com, Senin (2/4/2019).

Haris mengatakan bahwa Bawaslu awalnya menerima informasi tersebut dari Panwaslu kecamatan setempat.

Ini Alasan Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Aziz Tuding Polri Tak Netral di Pemilu 2019

Naik Jet Pribadi, Hari Ini Prabowo Gelar Kampanye Akbar di Padang, Dijadwalkan Tiba Pukul 13.00

Berdasarkan hasil investigasi, video tersebut direkam di salah satu desa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

"Hasil pendalaman dan investigasi bahwa peristiwa itu terjadi di Desa Cidokom, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, oleh seorang kades berinisial T," ungkapnya kepada Kompas.com, Senin (2/4/2019).

Kasus video itu telah diregistrasi dengan Nomor 04/TM/PP/kab/13.13/III/2019 dan akan ditangani oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kabupaten Bogor didampingi pihak kepolisian dan kejaksaan.

"Sudah kami registrasi menjadi temuan dugaan pelanggaran pemilu selanjutnya pemanggilan pihak terlapor dan para saksi peristiwa juga pemeriksaan bukti," katanya.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved