Soal Banjir di Bandung, FK3I: Moratorium Pembangunan Bandung Utara

persoalan banjir di Bandung sudah sedemikian rumit bermula dari kerusakan ekologis di kawasan Bandung Utara sehingga area serapan air berkurang

Tribun Jabar/Ery Candra
Musibah banjir yang menimpa kawasan Cijambe, Kota Bandung, Senin (1/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pusat Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) menyoroti berbagai pihak terkait banjir yang sering terjadi di Bandung.

Koordinator FK3I, Dedi Kurniawan, mengatakan banjir yang sering menimpa wilayah Bandung semisal Pasteur, Cicaheum, Cilengkrang, dan Cijambe belum ada penanganan serius dari pengambil kebijakan.

"Kondisi saat ini kawasan Bandung utara, hingga ke arah timur sudah mengalami kerusakan ekologis yang sangat parah. Pemerintah abai dalam konteks menegakkan aturan," ujar Dedi saat dihubungi Tribun Jabar melalui ponselnya di Kota Bandung, Selasa (2/4/2019).

Dedi menuturkan semestinya antisipasi mitigasi bencana perlu dilakukan. Dinas terkait memperbaiki aliran sungai atau kali misalnya melalui pengerukan sedimen dan memperbaiki tanggul-tanggul.

"Konteks lainnya kami melihat proses pembangunan skala besar dan skala kecil yang terus bermasalah," katanya.

Menurut dia, persoalan yang terjadi sudah sedemikian rumit bermula dari kerusakan ekologis di kawasan Bandung Utara sehingga area serapan air berkurang.

"Tindakan yang harus diambil cepat adalah tiga poin, yakni moratorium pembangunan bandung utara, penataan kembali bangunan yang ada, informasi dan mitigasi. Itu yang harus segera dilakukan pemerintah," ujarnya.

Sejarah Gedung SDN 106 Ajitunggal Cijambe, 57 Tahun, Pernah Ambruk Akibat Banjir pada 1990-an

Wakil Wali Kota Bandung Tinjau SDN 106 Ajitunggal Cijambe, Beberapa Guru Terisak-isak

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved