Pak Kades Ungsikan Keluarga Korban Longsor ke Rumah Kontrakan, Biayanya Swadaya Masyarakat

longsor yang menimpa rumah milik Udin (40) warga Kampung Cijenjing RT 04/22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat

Pak Kades Ungsikan Keluarga Korban Longsor ke Rumah Kontrakan, Biayanya Swadaya Masyarakat
Tribunjabar/Nandri Prilatama
Tebing longsor menghantam rumah Udin di Kampung Cijenjing RT o4/22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Musibah tebing longsor yang menimpa rumah milik Udin (40) warga Kampung Cijenjing RT 04/22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat telah mendapatkan perhatian dari kewilayahan seperti pemerintah daerah, desa, dan koramil.

Penjabat Kepala Desa Kertamulya, Hendi Darmana mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah strategis bersama musyawarah pimpinan desa (muspides), seperti desa, Binmas, dan Babinsa, bersama aparat RT mengambil langkah prioritas yakni pengamanan terhadap korban longsor yang khawatir terjadi longsor susulan.

"Kami juga sudah koordinasi dengan pemda melalui BPBD untuk meminta bantuan logistik. Kami juga relokasi keluarga Pak Udin ke kontrakan yang jaraknya aman dari longsor," ujarnya kepada Tribun di lokasi, Selasa (2/4/2019).

Biaya relokasi keluarga Udin ke kontrakan, lanjut Hendi, dibiayai dari bantuan swadaya masyarakat Rp 300 ribu per bulannya.

"Kami pindahkan keluarga Pak Udin ke kontrakan milik Pak Uya Samsudin. Biasanya kontrakan ini disewakan Rp 500 ribu sebulannya. Tapi dapat keringanan dari Pak Uya menjadi hanya Rp 300 ribu," ujarnya.

Bocah Madrasah Tsanawiyah Ini Sukses Masuk Tanpa Izin ke Situs NASA, Belajar Komputernya Otodidak

Padalarang yang kondisi warganya merupakan masyarakat urban, kata Hendi, Udin termasuk warga urban namun memang administrasi kependudukan warga Desa Kertamulya. Pihaknya pun dua tahun lalu sempat berikan imbauan untuk tidak mendirikan bangunan di lokasi rawan longsor.

"Ya sudah dahulu diberikan imbauan. Yang penting sekarang keluarga pak Udin aman dahulu dan mereka sepakat untuk pindah. Kami juga akan masukan dalam perencanaan desa di BPD untuk ajukan pembangunan TPT (tembok penahan tebing) dan saluran drainase," katanya.

Kisah Pilu Uun, Jadi Pemulung karena Kakinya Cacat, Anak Meninggal Gizi Buruk, Rumahnya Mau Roboh

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved