Dari Ratusan Kasus Kekerasan Keluarga di Bandung, Ada 4 Kasus Pria dapat Kekerasan dari Istri

Selama tiga bulan terakhir, DP3APM Kota Bandung telah menerima laporan kekerasan dalam keluarga lebih dari 300 kasus.

Dari Ratusan Kasus Kekerasan Keluarga di Bandung, Ada 4 Kasus Pria dapat Kekerasan dari Istri
Tribun Jabar
Ilustrasi : Kekerasan dalam keluarga 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Selama tiga bulan terakhir, Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota (DP3APM) Kota Bandung telah menerima laporan kekerasan dalam keluarga lebih dari 300 kasus.

"Kekerasan dalam keluarga khususnya terhadap anak dan perempuan bagai fenomena gunung es, yang lapor 300-an, tapi yang terjadi mungkin ribuan," ujar Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan dan Organisasi Anak sekaligus Plt Kelembagaan Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak pada  DP3APM, Christine Hartini, dalam acara Bandung Menjawab, Selasa (2/4/2019).

Menurut, Christine, dari 300 kasus kekerasan secara fisik itu, di antaranya 3-4 orang pria mengalami kekerasan.

"Mereka mengaku menerima kekerasan dari istri dan lingkungannya. Kasus ini masih dalam proses," jelas Christine di Balai Kota, Selasa (2/4/2019).

Rhoma Irama Ajak Warga Cianjur Pilih Eddy Soeparno untuk DPR RI dan Prabowo-Sandi untuk Pilpres

Tragedi Cinta Segitiga, Suami Bacok Istri dan Selingkuhan Istri Hingga Tewas di Sebuah Kebun

Selain kekerasan secara fisik, kekerasan verbal seperti bullying masih banyak.

Christine, mengatakan, Kota Bandung telah meraih penghargaan nindya sebagai kota layak anak sehingga laporan kekerasan ini harus ditindak lanjutnya.

"Kota layak anak itu, kapan dimana, bagaimana cara kita, reaksi cepat tanggap terhadap kekerasan terhadap anak Kota Bandung sudah ada konselor, lowyer, jadi kalau ada tindak kekerasan langsung diujuk ke Powiltabes Bandung dan korban didampingi agar tidak takut menceritakan kejadian yang menimpanya," paparnya.

Christine mengatakan, Kota Bandung kini sedang berjuang untuk meraih kota layak anak tingkat utama karena masih terkendala oleh taman- taman yang belum ramah untuk anak.

Selain itu masih ada iklan rokok yang mudah dilihat anak-anak. (tiah sm).

Kejiwaan Ibu yang Kubur Bayinya Hidup-hidup Diperiksa di RSUD Bayu Asih Purwakarta

[VIDEO] Indekos di Jatinangor yang Harga Sewanya Puluhan Juta

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved