Breaking News:

Cegah Banjir, Kembalikan Gunung Manglayang, Palasari, Ciporeat, dan Oraytapa, Jadi Hutang Lindung

Kembalikan Gunung Manglayang, Palasari, Ciporeat, Girimekar, dan Oraytapa, menjadi kawasan lindung yang hijau.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Kolase Tribun Jabar (ISTIMEWA)
Kumpulan foto dan video banjir bandang Cijambe, Ujungberung, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat lingkungan dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, Sobirin, mengatakan permasalahan lingkungan hidup yang kerap berbuntut banjir bandang di Kawasan Bandung Utara (KBU) bagian timur hanya bisa diselesaikan melalui sinergitas pemerintah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, yang didukung oleh berbagai lapisan masyarakatnya.

Sobirin mengatakan banjir bandang di cekungan Bandung sebelah timur ini semakin sering terjadi dan sampai memakan korban. Hal ini diawali dengan pembangunan yang masif di kawasan tersebut. Banyak perumahan dibuat di sekitar sungai, kemudian di sekitar sungainya dibangun tanggul, dan saat tanggul jebol, akhirnya banjir pun tak bisa dihindari.

Di kawasan utara, katanya, Kabupaten Bandung memiliki lereng yang terjal, kemudian mulai melandai di kawasan perbatasannya di Cilengkrang, akhirnya mendatar di Ujungberung. Perbatasan kedua daerah ini berada di kawasan pertemuan lereng dan dataran yang rentan terjadi banjir bandang jika aliran sungainya dipersempit.

Dengan pola pembangunan yang menyempitkan sungai dan akhirnya tanggul sungai dibuat supaya airnya tidak meluap, kawasan pinggiran sungai lainnya pun terancam banjir layaknya yang sudah menimpa Jatiendah dan Cijambe.

Banjir bandang akibat tanggul jebol atau sungai meluap ini, katanya, mengancam juga kawasan di sekitar Sungai Cibeusi, Cidurian, Cipamokolan, Cinambo, dan Cisaranten. Di sisi lain, kawasan hulu di Kabupaten Bandung Utara ini semakin beralih fungsi menjadi kebun dan perumahan dan terus-menerus mengalirkan 70 persen air hujan ke anak-anak Sungai Citarum tersebut.

Tragedi Cinta Segitiga, Suami Bacok Istri dan Selingkuhan Istri Hingga Tewas di Sebuah Kebun

"Apakah kita hanya bisa menyalahkan pemerintah, tidak juga. Apakah semua bangunan dibongkar, tidak juga. Di situ sudah banyak orang tinggal. Sekarang tinggal bagaimana semua pihak harus berintegrasi menyelesaikan masalah ini dari semua aspek," tuturnya.

Sobirin mengatakan lahan lereng di Kabupaten Bandung yang kini menjadi lahan kritis atau kebun harus dihijaukan kembali. Supaya mendapat penghasilan, lahan tersebut ditanami pohon produktif seperti pohon rambutan, manggis, mangga, dan lainnya.

Masyarakat di kawasan perkotaan pun harus berkontribusi membantu warga di kawasan hulu mempertahankan lahan hijaunya. Sistem kerja sama yang mengutamakan kekompakan ini, katanya, harus dijalin pemerintah kota dan kabupaten Bandung.

"Kembalikan Gunung Manglayang, Palasari, Ciporeat, Girimekar, dan Oraytapa, menjadi kawasan lindung yang hijau. Kembalikan jadi seperti dulu, yang menampung 70 persen air hujan, bukannya terbalik seperti sekarang, hanya menampung 30 persen air hujan," tuturnya.

Penyelesaian masalah lingkungan dan bencana ini, katanya, hanya akan bisa dilakukan melalui penegakan aturan mengenai kawasan lindung di KBU, sinergi pemerintah daerah, kemitraan berwawasan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan penerapan kembali teknologi serta kearifan lokal.

Kejiwaan Ibu yang Kubur Bayinya Hidup-hidup Diperiksa di RSUD Bayu Asih Purwakarta

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved