Breaking News:

Tiga Orang Tewas Dipanah Suku Terasing di Halmahera saat Sedang Berburu di Hutan

Kejadian itu diketahui dari salah satu korban yang selamat bernama inisial HM saat melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian setempat.

Suku Togutil, suku terasing di Halmahera 

Adapun korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke rumah duka masing-masing, sementara korban luka panah dibawa ke puskesmas setempat untuk dirawat.

Ketiga korban yang meninggal dunia yaitu HS (62), KA (56), serta HY (62).

Sementara yang selamat yaitu HD (53) serta HM (36).

Kasus ini kini ditangani Polres Kabupaten Halmahera Timur dan masih masih mendalami motif dibalik pembunuhan ini.

Sementara itu, dikutip dari unggahan akun Facebook Dika Rangga yang mengunggah sebuah postingan pada 31 Maret 2019, diduga serangan suku Togutil dipicu oleh motif untuk menguasai barang hasil buruan warga.

"Ijin melaporkan pada hari sabtu tgl 30 maret 2019 pkl 08.00 wit telah mendapat laporan oleh Sdr Harun muharam (korban selamat penyerangan orang suku togutil) bahwa pada tgl 29 maret 2019 pkl 16.00 wit masyrkat Desa waci kec.maba selatan sebanyak 5 orang telah diserang oleh orang suku/togutil keterangan dari korban selamat mereka sedang dalam perjalanan pulang dari berburu disekitaran kali waci dan lansung diserang dengn menggunakan panah oleh orang suku.

2. Penyerangan terjadi pada hari jumat tgl 29 maret 2019 pkl 16.00 wit pada saat masyarkat Ds.waci hendak pulang dan dihadang oleh orang suku/togutil sebanyak 12 orang dengan menggunakan panah dan parang.

3. Pada saat penyerangan pertama langsung mengenai bpk.habibu salatun (luka panah pada rusuk) dan karim abdurahman (luka panah pada pinggang) sampai korban tdk sadarkan diri dan mereka bertahan di TKP.

4. Pkl 19.00 wit orang suku kembali menyerang dan mengenai Bpk Halim difa luka panah pada paha kanan tembus dan betis kiri tembus.

5. Pada hari sabtu Tgl 30 maret 2019 Pkl 07.30 wit mereka kembali lagi dengn tujuan mengecek korban dan kembali memotong 3 orang korban yg sdh dalam keadaan meninggal dan disaksikan oleh Bpk Halim difa yg semntara bersembunyi tdk jauh dari TKP.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved