Kapolres Garut Dituding Dukung Jokowi

Mantan Kapolsek Cilawu : Tak Pernah Ada Perintah dari Kapolres Dukung Capres

Mantan Kapolsek Cilawu sebut Sulman jarang bergaul dengan rekan-rekan Kapolsek dan selama berada di Polres Garut juga tak miliki masalah

Istimewa
Mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - AKP Sulman Aziz, mantan Kapolsek Pasirwangi yang dimutasikan ke Polda Jabar dan membuat pernyataan tak netralnya institusi polisi di Garut dinilai mantan Kapolsek Cilawu, Kompol Asep Suherli sebagai sosok pendiam.

Sulman jarang bergaul dengan rekan-rekan Kapolsek. Namun Asep menyebut selama berada di Polres Garut, Sulman tak memiliki masalah.

Mutasi di tubuh Polres Garut tak hanya dialami oleh Sulman. Asep menyebut jika dirinya juga dimutasi berbarengan dengan Sulman.

"Ada tiga Kapolsek yang dimutasi pada awal Maret itu. Malangbong, terus saya di Cilawu, dan Pasirwangi. Sudah hal biasa sebenarnya mutasi itu. Prosesnya juga suka mendadak. Apalagi kalau sudah lama menjabat," ucap Asep melalui sambungan telepon, Senin (1/4/2019).

Bawaslu Garut Telusuri Dugaan Tak Netralnya Kepolisian, Terkait Tudingan Mantan Kapolsek Pasirwangi

Menurut Asep, Sulman lebih dulu menjabat sebagai Kapolsek di Pasirwangi. Sudah lebih dari dua tahun jabatan Kapolsek diemban Sulman. Sedangkan dirinya, baru satu tahun menjabat sebagai Kapolsek Cilawu.

"Saya dimutasi karena mau masuk masa pensiun. Sedangkan pak Sulman karena sudah terlalu lama," katanya.

Ia pun sangat menyesalkan dengan pernyataan yang dibuat oleh Sulman.

Namun menurutnya, karakter setiap orang berbeda.

Begini Kata Warga Pasirwangi Garut tentang AKP Sulman Aziz, Rajin ke Masjid dan Kunjungi Pesantren

Kemungkinan Sulman sakit hati sehingga membuat pernyataan tersebut.

Selama menjadi Kapolsek, Asep mengaku jika Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna tak pernah mengarahkan atau memerintahkan anggota untuk mendukung salah satu pasangan calon.

Pertemuan setiap bulan, tambahnya, hanya membicarakan persoalan kerawanan TPS di Garut yang jumlahnya bertambah dua kali lipat.

"Kalau pernyataan seperti itu (perintah mendukung paslon), tidak pernah ada. Saya kira mungkin karena dia masalahnya dimutasikan," ujarnya.

Sosok Nikita Mirzani yang Kontroversial, Dijuluki Si Ratu Nyinyir, Disebut Juga Alami Gangguan Jiwa

Asep Mulyadi Berinovasi dari Nilai Spiritual Hasilkan Karya di Bidang Fesyen

Jelang Ceres Negros vs Persija Jakarta di Piala AFC: Ivan Kolev Tahu Lawan Tak Bisa Diremehkan

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved