Adik Bomber Bom Bali Dukung Pemilu Damai, Tegaskan Indonesia Jangan Dibuat Seperti Suriah

Acara di dalam gedung pendidikan yang dua tahun lalu dibangun juga diawali dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Adik Bomber Bom Bali Dukung Pemilu Damai, Tegaskan Indonesia Jangan Dibuat Seperti Suriah
SURYAOnline/hanif mansyuri
Suasana silaturahmi Mabes Polri dengan para mantan napiter di bawah naungan YLP di Tenggulun Kecamatan Solokuro Lamongan, Senin (01/04/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, LAMONGAN - Silaturahim Tim Mabes Polri bersama Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), wadah puluhan mantan kombatan dan napiter di gedung pendidikan YLP yang terletak di Tenggulun Kecamatan Solokuro Lamongan, Senin (01/04/2019) berlangsung khidmat, Senin (01/03/2019).

Sekitar 50 anggota keluarga mantan napiter, termasuk anak - anak mereka diajak datang dalam silaturahim.

Bahkan sebelum acara digelar, empat di antaranya para mantan napiter bergegas mengibarkan Bendera Merah Putih di pelataran gedung pendidikan.

Acara di dalam gedung pendidikan yang dua tahun lalu dibangun juga diawali dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Lagu kebangsaan dilatunkan para napiter dan anggota keluarga yang ikut dalam acara tersebut, setelah pembacaan ayat suci Al-quran.

Tim Mabes Polri dipimpin oleh Kanit 3.1 Dit Kamneg Baintelkam Polri, AKBP Syuhaimi.

Sebelum Syuhaimi, Direktur YLP, Ali Fauzi yang juga mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) dan kombatan dalam sambutannya mengatakan anggota YLP sudah seharusnya diberitakan positif, meski sebelumnya punya rekam jejak yang kurang baik.

"Kini saatnya membangun sinergitas bersama," katanya.

Ali Fauzi, mantan Instruktur perakitan bom menilai kondisi menjelang Pemilu tahun ini adalah yang terpanas.

Diakui semenjak ia tahu Pemilu, tahun ini adalah masa Pemilu yang terpanas. Makanya ia minta anggota YLP untuk tidak menjadi detonator.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved