Aktivis Antikorupsi Sayangkan Jaksa Tidak Dalami Keterlibatan Uu Ruzhanul Ulum di Korupsi Dana Hibah

Sejumlah aktivis antikorupsi Jawa Barat (Jabar) menyayangkan jaksa Kejati Jabar yang memeriksa dan menuntut kasus korupsi dana hibah

Aktivis Antikorupsi Sayangkan Jaksa Tidak Dalami Keterlibatan Uu Ruzhanul Ulum di Korupsi Dana Hibah
Tribunjabar/Ery Chandra
Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019). Mereka menuntut pengadilan memanggil paksa Uu Ruzhanul Ulum terkaoit kasus korupsi dana hibah Kabupaten Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sejumlah aktivis antikorupsi Jawa Barat (Jabar) menyayangkan jaksa Kejati Jabar yang memeriksa dan menuntut kasus korupsi dana hibah APBD Tasikmalaya 2017 dengan sembilan tersangka, tidak mendalami keterlibatan Bupati Tasikmalaya saat itu, Uu Ruzhanul Ulum.

Doni Irawadi misalnya, selama ini bergelut di monitoring hibah dan bansos di Jabar, berpendapat, nama Uu Ruzhanul Ulum tercatat dalam dakwaan jaksa untuk terdakwa Abdulkodir, Sekda Pemkab Tasikmalaya.

"Tapi di persidangan, jaksa tidak mendalami peran Uu. Padahal, tugas jaksa harus membuktikan isi dakwaan," ujar Doni via ponselnya, Minggu (31/3/2019).

Dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa Uu meminta Abdulkodir untuk dicarikan hewan kurban. Sedangkan di persidangan, Abdulkodir menyebut bahwa perintah Uu itu, tidak didukung dengan anggaran di APBD.

Untuk memenuhi keinginan Uu, Abdulkodir berinisiatif mencarikan penerima hibah. Setelah cair, ia memotong dana hibah untuk 21 penerima hibah hingga Rp 3,9 miliar. Kesaksian yang sama dikatakan terdakwa Maman Jamaludin.

Atas keterangan itu, pengacara terdakwa dua kali meminta majelis hakim menghadirkan Uu. Disetujui majelis hakim namun dua kali dipanggil, Uu mangkir. Pemanggilan itu sendiri untuk mengkonfrontasi keterangan persidangan dan dakwaan.

PT KAI Mohon Maaf Ada Kepulan Asap di KA Parahyangan, Bantah Kereta Terbakar

"Yang ngotot untuk membuktikan peran Uu itu hanya pengacara saja, sedangkan jaksa yang tugasnya membuktikan dakwaan, justru tidak sengotot pengacara terdakwa," ujar dia.

Pernyataannya berkorelasi. Toh, hingga dua kali pemanggilan Uu dan pemeriksaan terdakwa, peran Uu dalam kasus itu menguap, sudah tidak mungkin dilakukan pemanggilan lagi karena jaksa akan membacakan tuntutannya pada Senin (1/4/2019).

"Jika kondisinya begini, fakta persidangan yang mengungkap peran Uu sudah selesai, jadi misteri," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved