Muka Air Bendungan Jatigede Meninggi

Warga Tiga Desa Terpaksa Gunakan Rakit Seadanya

Elevasi ketinggian muka air Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang terus meninggi sejak lima hari terakhir ini. Akses antardesa terganggu.

Tribun Jabar/Seli Andina
Rakit darurat yang digunakan warga untuk menyeberang di jalan penghubung Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Jatinunggal, Sumedang, Jumat (29/3/2019). 

SUMEDANG, TRIBUN - Air bendungan Jatigede meluap akibat curah hujan yang cukup tinggi sepekan terakhir ini. Salah satu daerag yang terdampak dari meningginya elevasi bendungan di Sumedang ini yakni Kecamatan Jatigede dan Jatinunggal.
Jalan dan jembatan desa yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut terendam sehingga tak bisa dilalui kendaraan bermotor, Jumat (29/3). Jembatan yang terdampak yaitu jembatan Anggaranu di Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal. Meski masih bisa dilintasi oleh pejalan kaki, namun warga setempat lebih memilih menyeberangi jembatan tersebut menggunakan rakit karena debit air terus meningkat.
Kemarin sore, ketinggian air sudah mencapai pinggang orang dewasa di atas jembatan tersebut. Aktivitas warga Desa Mekarasih, Ciranggem, dan Cisampih, di Kecamatan Jatigede, terganggu. Mereka tak bisa leluasa lagi melewati jembatan tersebut. Kondisi tersebut sudah terjadi selama lima hari terakhir. "Kami harus membuat rakit darurat untuk menyeberangkan warga," ujar Uwos Firmansyah (55), warga setempat.

BERITA SELENGKAPNYA BACA KORAN TRIBUN JABAR EDISI SABTU 30 MARET 2019.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved