Genre Ceria Gelaran BKKBN Jabar dan DPR RI Disambut Antusias Warga Pasir Muncang Kabupaten Bogor

Ratusan warga yang terdiri dari kalangan remaja dan para orangtua yang memiliki anak berusia remaja antusias menghadiri Genre Ceria di Pasir Muncang

Genre Ceria Gelaran BKKBN Jabar dan DPR RI Disambut Antusias Warga Pasir Muncang Kabupaten Bogor
Istimewa
Ratusan warga yang terdiri dari kalangan remaja dan para orangtua yang memiliki anak berusia remaja antusias menghadiri gelaran sosialisasi program Genre Ceria (Generasi Berencana Ceria) 2019 yang digelar di Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Ratusan warga yang terdiri dari kalangan remaja dan para orangtua yang memiliki anak berusia remaja antusias menghadiri gelaran sosialisasi program Genre Ceria (Generasi Berencana Ceria) 2019 yang digelar di Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang dilaksanakan BKKBN Jawa Barat kerja sama dengan Komisi IX DPR RI pada 23 Maret 2019 itu sesuai dengan siaran pers yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (30/3/2019), mengusung tema "Sosialisasi Pembangunan Keluarga melalui Genre Ceria bersama Mitra Kerja Tahun 2019".

Pada kesempatan itu, selain semua warga yang hadir mendapat penjelasan tentang Genre Ceria dari Pak Nyoman, perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, juga hadir Anggota DPR RI dari Komisi IX,  Nurmansyah E Tanjung yang juga turut memberikan materi,

Nyoman mengatakan bahwa BKKBN mempunyai wadah konseling bagi para remaja yaitu PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja).

"Untuk itu bagi remaja tidak perlu bingung dan ragu, bila ada permasalahan atau kebimbangan dalam menentukan langkah untuk pengembangan diri bisa bisa berkonsultasi di BKKBN. Karena BKKBN punya wadah yang diberi nama PIK R atau Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Jadi, PIK R ini merupakan wadah buat remaja bisa untuk konsultasi permasalahan remaja," jelas Nyoman.

Dijelaskannya bahwa remaja dalam rentang umurnya mulai 10 tahun sampai dengan 25 tahun dan belum menikah harus memperhatikan bahwa ada tiga hal yang paling utama.

"Ketiga hal yang harus diperhatikan para remaja itu, tidak menikah di usia dini , tidak menyalahgunakan narkoba, dan tidak melakukan seks bebas apalagi berganti-ganti pasangan karena itu dapat mengakibatkan terkena virus HIV," kata Nyoman di hadapan sekitar 250 remaja termasuk para orangtua yang mempunyai anak berusia remaja.

Selain PIK R yang sasarannya adalah para remaja, dikatakan Nyoman, BKKBN juga mempunyai program BKR (Bina Keluarga Remaja) yang ditujukan untuk keluarga yang mempunyai anak remaja.

"PIK R itu untuk remaja, sedangkan untuk keluarga yaitu BKR atau Bina Keluarga Remaja. Fungsinya untuk membina orangtua memberikan pengetahuan agar orang tua tersebut bisa menyampaikan hal yang positif kepada putra putrinya," ujar Nyoman.

Dalam penjelasnnya Nyoman juga menjelaskan bahwa dalam BKR tersebut ada 8 fungsi keluarga, yaitu; agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan reproduksi.

Antusiasme para remaja dan orangtua yang hadir di acara sosialisasi tersebut semakin meningkat karena selain disajikan hiburan pencak silat, juga ada pembagian hadiah berupa 4 buah handphone, 5 smart watch, dan 2 buah sepeda yang di diundi secara acak oleh para pemateri. (*)

Air Waduk Jatigede Meluap Genangi Jalan, Ini Kata BBWS Cimanuk-Cisanggarung

Nursam Jhonlin, Istri Cantik Haji Isam di Postingan Nikita Mirzani, Suami Dikaitkan dengan Syahrini

LIVE STREAMING Debat Keempat Capres Pilpres 2019 Malam Ini di Indosiar, SCTV, dan Metro TV

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved