UPDATE Pembunuhan Calon Pendeta Cantik, Pengakuan Sering Berubah dan Awalnya Tak Berniat Membunuh

Dua pelaku pembunuh calon pendeta Melinda Zidemi bernama Nang dan Hen ditembak kakinya oleh pihak kepolisian saat mencoba kabur.

Editor: Ravianto
facebook
Dua pria yang diduga kuat jadi pembunuh calon pendeta Melinda Zidemi 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG - Dua pelaku pembunuhan dan pemerkosaan kepada calon pendeta bernama Melinda Zidemi, akhirnya ditangkap pada Rabu (27/3/2019).

Diketahui, calon Pendeta bernama Melinda Zidemi (24) dibunuh lantaran dendam.

Penemuan jenazah calon pendeta bernama Melinda Zidemi bermula dari kesaksian seorang bocah bernama NP (9).

Dari pengakuan NP, ia dan Melinda Zidemi diadang oleh dua pria tak dikenal pada Senin (25/3/2019) pukul 16.30 WIB.

Berikut fakta-fakta terbaru pembunuhan calon Pendeta bernama Melinda Zidemi:

1. Ditembak Saat Mencoba Kabur

Pelaku pembunuhan calon pendeta bernama Melinda Zidemi ini diketahui bernama Nang dan Hen.

Dua pelaku pembunuh calon pendeta Melinda Zidemi bernama Nang dan Hen ditembak kakinya oleh pihak kepolisian saat mencoba kabur.

Nang dan Han dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dirawat, Kamis (28/3/2019) malam.

2. Memberikan Keterangan Berubah-ubah

Saat diinterogasi oleh polisi, Nang dan Hen memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Berdasarkan video yang diunggah oleh akun Instagram @palembang_bedesau, terdengar seorang tersangka Han menangis meraung karena kesakitan, sementara temannya Nang saat itu sedang diintrogasi.

Saat diinterogasi, Nang mengaku tak mengenal Melinda Zidemi, bahkan dirinya tak mengaku jika memperkosa.

Setelah melakukan pembicaraan panjang, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

"Sudah setengah bulan (kenal dengan Melinda Zidemi)," kata pemuda gondrong kurus yang badannya dipenuhi tato ini.

"Karena senang (suka) tadi," katanya saat menjawab pertanyaan kenapa mengadang dan membunuh korban.

3. Membunuh karena Penutup Muka Terbuka

Salah satu pelaku pembunuhan Melinda Zidemi, Nang, mengaku jika dirinya tak memperkosa Melinda.

Nang mengaku dirinya membunuh Melinda Zidemi karena penutup muka terbuka.

Dari keterangan Nang, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

4. Otak Pelaku

Dua tersangka yakni Hen alias Hendri dan Nang memiliki peran masing-masing membunuh calon pendeta Melinda Zidemi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap korban Melinda diotaki tersangka Nang.

Sementara Hen mengikuti ajakan dari Nang.

Awalnya kedua tersangka ini hanya ingin memperkosa korban Melinda.

Aksi yang telah mereka rencanakan berdasarkan ide dari Nang, langsung mengeksekusi saat korban melintas bersama NP.

Dari sumber yang didapatkan mengatakan, usai mengikat NP menggunakan karet ban dalam motor, Hen melancarkan aksinya untuk memperkosa korban.

Ketika Hen sedang melancarkan aksinya, ternyata korban meronta dan membuat tutup wajah Hendri terlepas.

Dari itulah, Hen memutuskan untuk mencekek leher korban Melinda sampai tewas.

Sementara itu, dua sepeda motor dan dua buah balok kayu sebagai barang bukti dalam kasus pembunuhan Melinda Zidemi.

Saat ini, barang bukti tersebut telah berada di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Diduga, balok kayu tersebut digunakan pelaku untuk memblokir jalan yang tengah dilewati korban Melinda Zidemi bersama NP.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum bersedia memberikan komentar terkait barang bukti tersebut.

Rencananya pihak kepolisian akan mengadakan rilis pelaku pembunuhan calon pendeta cantik Melinda Zidemi di Mapolda Sumsel saat Jumat sore pukul 15.00 WIB.

5. Hasil Autopsi

Tim gabungan Polres OKI dan Polda Sumsel terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Melinda Zidemi.

Untuk mencari petunjuk dan bukti, jenazah Melinda Zidemi diautopsi di RS Bhayangkara Palembang.

Hasil visum menunjukkan Melinda Zidemi tewas karena dicekik.

Tim forensik menemukan adanya luka memar bekas cekikan di leher korban.

"Dari hasil visum yang dilakukan, korban tewas karena dicekik. Sebab di leher korban terdapat luka memar bekas cekikan."

"Selain itu, lidah korban patah, hingga korban susah untuk bernafas," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Rabu (27/3/2019).(Tribunnews.com/Whiesa)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved