Perintah Presiden Belum Terlaksana, Harga Gabah di Indramayu Hanya Rp 3.400 Per Kilogram

Namun, kenyataannya harga gabah yang sesuai harapan pemerintah itu belum terealisasi secara menyeluruh ke semua daerah di Indonesia.

Perintah Presiden Belum Terlaksana, Harga Gabah di Indramayu Hanya Rp 3.400 Per Kilogram
Dok.Tribun Jabar
Ilustrasi: Petani menjemur Gabah di PB Sukatani Putra di Kampung Gunteng, Desa Bojong Kecamatan Karangtengah, Selasa (29/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dalam kunjungannya ke Cirebon, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa harga gabah di tingkat petani tidak boleh kurang dari Rp 4.070 per kilogram.

Pernyataan tentang harga gabah tersebut merupakan keinginan sekaligus perintah dari Presiden Joko Widodo, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.

Hal itu dikatakan Andi Amran Sulaiman saat ditemui setelah Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/3/2019).

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/3/2019).
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/3/2019). (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Namun, kenyataannya harga gabah yang sesuai harapan pemerintah itu belum terealisasi secara menyeluruh ke semua daerah di Indonesia.

Pasalnya, pada musim panen kali ini harga gabah di tingkat petani di Indramayu hanya Rp 3400 perkilogram.

"Iya sekarang harga gabahnya sangat rendah, cuma Rp 3.400 perkilogram," ujar Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (29/3/2019).

Sebut Harga Gabah Tak Boleh di Bawah Rp 4.070 per Kilogram, Menteri Pertanian: Itu Perintah Presiden

Padahal, menurut dia, di musim panen tahun lalu harga gabah di tingkat petani mencapai Rp 5 ribu perkilogram.

Ia mengatakan, patokan harga minimal Rp 4070 perkilogram yang ditetapkan pemerintah pun belum menutup biaya produksi para petani.

Pasalnya, saat ini biaya produksi dalam sekali musim tanam bisa mencapai Rp 30 juta perhektare.

Pihaknya menilai harga Rp 4.070 perkilogram itupun belum mencukupi untuk modal yang dikeluarkan petani.

"Minimal harga gabahnya Rp 5 ribu perkilogram, baru petani dapat untung," kata Sutatang.

BREAKING NEWS: Melawan Saat Ditangkap, 2 Pencuri Mobil di Bandung Ditembak Polisi, 1 Mati di Tempat

JADWAL KAMPANYE TERBUKA HARI KEENAM - Prabowo di Bogor dan Karawang, Jokowi Persiapan Debat

Heboh, Air Terjun Mendadak Mengalir di Puncak Gunung Galunggung, Ini Kata Akun BPBD Tasikmalaya

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved