Merokok Sambil Mengemudikan Motor Bisa Didenda Rp 750 Ribu dan Kurungan 3 Bulan

Merokok sambil mengemudikan motor, bisa didenda Rp 750 ribu dan kurungan 3 bulan.

Merokok Sambil Mengemudikan Motor Bisa Didenda Rp 750 Ribu dan Kurungan 3 Bulan
istimewa/Instagram Dishub DIY
Larangan merokok sambil berkendara. 

TRIBUNJABAR.ID - Aturan resmi tentang ojek online (ojol) sudah resmi dirilis Kementerian Perhubungan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tenyang Perlindungan Keselematan Pengguna Sepeda Motor.

Aturan itu, selain mengatur tentang operasional ojol dan tarif, ada juga aturan yang menyebutkan pengemudi dilarang merokok saat mengendarai sepeda motor.

Aturan tersebut tertulis jelas dalam Pasal 6 huruf C.

Pasal tersebut mengatakan, "Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor".

Menanggapi hal ini Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir, mengatakan, aturan tentang pengemudi dilarang merokok sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Itu sebenarnya sudah ada di UU No.22 Pasal 106 tahun 2009, cuma mungkin di Permenhub berupa penegasan. Intinya sama mengatur tata cara berkeselamatan dalam berlalu-lintas, arahnya kalau tidak salah lebih ke safety gear, seperti sepatu, jaket, sarung tangan, dan lain-lain," kata Nasir saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/3/2019).

Nasir mengatakan dari aspek hukum, melakukan kegiatan saat berkendara yang bisa mengurangi konsenterasi memang dilarang dan ada sanksinya.

Dasar dari Permenhub tersebut juga dibuat mengikuti apa yang sudah ada di Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Merokok saat naik motor, menurut Nasir sudah termasuk melakukan aktivitas dan menggangu konsentrasi.

Bahaya lain dari merokok saat berkendara ada dua sisi, baik untuk pengendara itu sendiri atau pengguna jalan lain, atau dalam kasus ojek online mungkin bisa berdampak ke penumpangnya.

"Itu masuk dalam aktivitas menggangu konsentrasi dan berpotensi membahayakan, masuknya dalam teknis keselamatan, secara etika, secara prioritas juga tidak baik, kalau ditanya soal pelanggaran atau tidak, karena sudah jelas dan ada aturanya berarti masuk dalam pelanggaran pidana lalu lintas," kata Nasir.

Ketika ditanya soal sanksi dari pelanggaran tersebut, Nasir menggatakan mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 750.000.

Banyak yang Bertanya Alasan Maafkan Teroris, Farid Ahmed Sebut Firman Allah Menjadi Alasannya

TRIBUN WIKI: 5 Tempat Wisata di Bandung yang Pasti Bikin Liburan Anda Makin Seru

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenhub Terbitkan Larangan Merokok saat Naik Motor".

Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved