Minggu, 19 April 2026

Menengok Prangko Bergambar Pertama di Dunia yang Ada di Museum Pos Indonesia, Umurnya 155 Tahun

Saat Tribun Jabar menyambangi meseum tersebut terpampang ratusan keping prangko yang tersusun rapih dalam sebuah kotak besar, ada prangko Indonesia.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Ravianto
syarif pulloh anwari/tribun jabar
Museum Pos Indonesia di sayap selatan Kompleks Gedung Sate Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Museum Pos Indonesia memiliki dan memamerkan koleksi prangko dari yang paling terbaru hingga prangko pertama di dunia.

Koleksi prangko bergambar pertama di dunia ditempatkan dinding bertuliskan "The Penny Black yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris pada tanggal 6 Mei 1840".

"Prangko pertama yang diakui dunia ini, (sambil menunjuk ke gambar prangko bergambar Raja Willem III). Tapi ada orang yang pernah menggunakan prangko dalam mengirim surat sebelum prangko ini diakui, dulu hanya raja dan ratu artinya para bangsawan yang menggunakannya itu," ujar pengelola museum Pos Indonesia, Zamzam kepada Tribun Jabar di lokasi, Jumat (29/3/2019).

Saat Tribun Jabar menyambangi meseum tersebut terpampang ratusan keping prangko yang tersusun rapih dalam sebuah kotak besar, ada prangko Indonesia hingga prangko luar negeri.

"Jenis prangkonya ada seri pahlawan, seri flora dan fauna, prangko presiden dan wakil presiden dan kebudayaan," ujar Zam Zam.

Koleksi prangko di Museum Pos Indonesia di sisi selatan komplek Gedung Sate
Koleksi prangko di Museum Pos Indonesia di sisi selatan komplek Gedung Sate (syarif pulloh anwari/tribun jabar)

Koleksi prangko pertama di Indonesia bergambar Raja William III yang diterbitkan tahun 1 April 1864 terpampang di meseum itu.

Zamzam mengatakan museum Pos Indonesia masih menyimpan prangko pertama di Indonesia.

"Prangko pertama Hindia Belanda tahun 1864 ini punya satu," ujar Zam Zam.

Nampak prangko yang sudah berumur 155 tahun ini terpajang dan masih utuh meskipun kondisi warnanya sudah coklat dan pudar.

Koleksi prangko tua di Museum Pos Indonesia di sisi selatan komplek Gedung Sate
Koleksi prangko tua di Museum Pos Indonesia di sisi selatan komplek Gedung Sate (syarif pulloh anwari/tribun jabar)

Jumlah koleksi prangko di Museum Pos Indonesia hampir ratusan ribu.

"Total koleksi prangko di museum Pos Indonesia kurang lebih 140.000 dalam dan luar negeri dari tahun 1840 sampai 2018," ujarnya

Koleksi prangko tua di Museum Pos Indonesia di sisi selatan komplek Gedung Sate
Koleksi prangko tua di Museum Pos Indonesia di sisi selatan komplek Gedung Sate (syarif pulloh anwari/tribun jabar)

Selain prangko koleksi lainnya berupa peralatan Pos, seperti timbangan surat, kotak bis surat, pakaian seragam pengantar pos, cap pos, sepeda dan terdapat patung diorama pos keliling desa yang terpajang di Museum Pos Indonesia.

Museum Pos Indonesia yang berdiri tahun 1931 dengan nama awal Museum PTT (Pos Telepon Telegraf) berada di sayap selatan Kompleks Gedung Sate Kota Bandung.

Zamzam menambahkan kebanyakan yang datang ke Museum Pos Indonesia mulai dari anak anak PAUD, TK, SD dan SMP.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved