Mafia Bola

Kondisi Terkini Joko Driyono setelah Ditahan, Sehat tapi Masih Shock

Andru mengatakan Joko Driyono belum terbiasa hidup di tahanan karena biasanya melakukan kegiatan saat masih di luar.

Kondisi Terkini Joko Driyono setelah Ditahan, Sehat tapi Masih Shock
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kuasa hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta, mengatakan kliennya masih mengalami shock, meski telah ditahan sejak Senin (25/3/2019).

Andru mengatakan Joko Driyono belum terbiasa hidup di tahanan karena biasanya melakukan kegiatan saat masih di luar. 

Biasanya Joko Driyono bekerja di depan komputer.

"Kalau di tahanan kan nggak ada komputer, sementara beliau terbiasa beraktivitas di depan komputer sehari-hari," ujar Andru saat dihubungi, Jumat (29/3/2019).

Menurut Andru, kondisi Joko Driyono dalam keadaan sehat.

"Sehat, tapi masih shock karena aktivitas beliau kan banyak sebelum dilakukan penahanan. Tiba-tiba kemerdekaannya diambil ya pasti masih shock," tambah Andru.

Dirinya mengatakan selama ditahan, Joko Driyono lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah.

Joko Driyono menyadari situasi di dalam tahanan tidak seperti di luar.

"Beliau lebih banyak beribadah karena kondisinya beda sekali dengan di luar dan tahanan. Beliau menyampaikan keadaannya berbeda, harus membiasakan diri," tutur Andru.

Seperti diketahui, Joko Driyono ditahan setelah sekitar satu bulan menyandang status tersangka.

Dirinya ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor.

Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2/2019).

Dirinya diduga memerintahkan tiga pesuruhnya, yakni Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Dia diduga memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved