Ketua Masjid Terbesar Selandia Baru Menduga Mossad Dalang Penembakan, Dubes Israel Langsung Mengecam

Seorang ketua masjid terbesar di Selandia Baru menyatakan Israel diduga sebagai dalang aksi teror penembakan di masjid Christchurch dua pekan lalu.

Ketua Masjid Terbesar Selandia Baru Menduga Mossad Dalang Penembakan, Dubes Israel Langsung Mengecam
montase (Sumber : Twitter, NZ Herald)
Aksi penembakan brutal yang menewaskan 50 orang terjadi di Masjid An Noor, di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, AUCKLAND - Seorang ketua masjid terbesar di Selandia Baru menyatakan Israel diduga sebagai dalang aksi teror penembakan di masjid Christchurch dua pekan lalu.

Dikutip dari Kompas.com, Ketua Masjid E Umar di Mot Roskill Auckland Ahmed Bhamji awalnya menghadiri pergerakan yang diinisiasi Love New Zealand Hate Racism Sabtu pekan lalu (23/3/2019).

Diwartakan Daily Mail Kamis (28/3/2019), Bhamji mengatakan dia menduga intelijen Israel Mossad sebagai biang keladi penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood.

Dia juga menuturkan si teroris menerima dana dari "bisnis Israel" sebelum menyerang dan menewaskan total 50 jemaah yang tengah menunaikan Shalat Jumat (15/3/2019).

"Saya berdiri di sini dan saya punya kecurigaan kuat ada kelompok di balik aksi teror ini. Saya takut berkata Mossad berada di belakang," ujar Bhamji.

PM Selandia Baru Perintahkan Investigasi Independen Terkait Aksi Teroris di Christchurch

Terdapat keheningan dalam video yang beredar di media sosial itu. Kemudian salah satu peserta aksi damai berseru "Itu benar. Israel di belakang semua ini."

Menanggapi hal tersbeut, Kedutaan Besar Israel di Wellington langsung bereaksi dan mengeluhkan rakyat mereka yang ada di Selandia Baru juga berduka atas tragedi itu.

Namun, lanjut kedubes, Bhamji membuat tuduhan absurd dan tidak jelas hanya berdasarkan prasangka anti-Semit yang sangat mereka sesalkan.

"Kami yakin, tuduhan ini bakal ditolak oleh para pimpinan komunitas Muslim serta seluruh rakyat Selandia Baru," ujar Kedubes Israel.

Aparat Austria Serbu Rumah Aktivis Sayap Kanan Diduga Terkait Penembakan di Masjid Selandia Baru

Komisi Hak Asasi Manusia juga menanggapi dengan menuturkan rasisme, ujaran kebencian, hingga pandangan anti-Semit tak mendapat tempat di Negeri "Kiwi".

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved