Kata Tommy Welly Soal Match Fixing di Sepak Bola Indonesia, Sebenarnya Bisa Terlacak Intelijen

Tommy Welly mengatakan, match fixing sebenarnya bisa terlacak intelijen.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Pengamat sepakbola, Tommy Welli yang akrab disapa Bung Towel di acara diskusi Membangun Masa Depan Sepakbola Indonesia Bersama Satgas Antimafia Bola di Jalan Merdeka, Kota Bandung Kamis (28/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat sepak bola Tommy Welly mengatakan upaya mengungkap match fixing di sepak bola sebenarnya bisa terlacak.

Menurutnya, prinsip FIFA, AFC dan semua organisasi sepakbola, match fixing itu zero tolerance.

"UEFA, AFC dan FIFA punya partner dalam deteksi match-fixing, namanya Sport Radar. Sport-Radar Ini perusahaan yang fokusnya pada riset, pada pengamatan match-fixing. Dia pemantauannya pada rumah-rumah judi. Dia punya basis data intelijen yang kemudian disampaikan ke AFC, FIFA, untuk ditindaklanjuti kalau ada yang aneh-aneh," kata Tommy Welly saat dihubungi, Jumat (29/3/2019).

Sehari sebelumnya, ia menerangkan soal hal itu dalam diskusi Pembangunan Masa Depan Sepakbola Indonesia Bersama Satgas Anti Mafia Bola.

Kata pria yang akrab disapa Towel ini, Sport Radar mampu mendeteksi semua peristiwa-peristiwa dalam sebuah pertandingan sepak bola, termasuk melacak dugaan kemungkinan praktik curang.

"Nah, Sport Radar menganalisis semua, ada intelijen, lalu memberikan sebuah data. Ini anyir ini pertandingan, ini wasit enggak bener, nih. Maka kemudian muncul eksekusi-eksekusi hukum sepak bola. Sanksi seumur hidup wasit ini, sanksi seumur hidup pelatih ini, itu terjadi. Di kita enggak ada," ujar dia.

‎Indonesia, kata Towel, memiliki partner serupa yang dipakai AFC, FIFA atau UEFA. ‎

Namun, sampai sejauh ini, itu tidak berguna. Malah, Satgas Antimafia Bola yang bisa mengungkap.

‎"Sekjen bilang punya Genio Sport, cukup dengan seperti itu? Sekarang saya tanya, apa rekomendasi atau hasil penyelidikan Genio Sport pada pertandingan-pertandingan Liga 1 atau Liga 2, misalnya seperti itu, kan, enggak ada juga," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved