Kasatgas Antimafia Bola: Tersangka Pengaturan Skor dari Direktur Wasit, Exco, hingga Plt Ketum PSSI

Hingga kini, Satgas Antimafia Bola sudah menangani lima laporan polisi terkait kasus pengaturan skor di Liga Indonesia.

Kasatgas Antimafia Bola: Tersangka Pengaturan Skor dari Direktur Wasit, Exco, hingga Plt Ketum PSSI
Istimewa
Karo Provos Divpropam Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Hingga kini, Satgas Antimafia Bola sudah menangani lima laporan polisi terkait kasus pengaturan skor di Liga Indonesia.

Pertama, laporan polisi dari Manajer PS Banjarnegara di Liga III. Dari laporan itu, Satgas Antimafia Bola memulai penyidikan, menggali informasi, melakukan pemeriksaan saksi, kemudian mencari bukti-bukti.

"Dari laporan itu kami menentukan 10 tersangka. Enam tersangka ditahan, mulai dari mantan wasit, pemain futsal, Exco (PSSI), kemudian direktur wasit, wasit. Wasit lengkap, mulai dari wasit, asisten wasit, wasit 1, wasit 2. Terlibat dalam suatu praktik mafia untuk pengaturan skor," ujar Ketua Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo dalam diskusi Membangun Masa Depan Sepakbola Indonesia di Bandung, Kamis (28/3/2019).

Ia menerangkan, untuk laporan dari Ps Banjarnegara, proses pemberkasan sudah selesai. Dari lima tersangka menjadi lima berkas perkara dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung pada 11 Februari 2019.

"Kemudian kami juga menangani laporan terkait VW (Vigit Waluyo). Juga terkait pengaturan skor di Liga 2. Kami bisa melihat ketika ada pertandingan sepak bola antara satu klub dengan klub yang lain, ketika ada tendangan penalti, kemudian membuat keributan, mengalahkan timnya. Saat ini berkas perkara sudah selesai dan sudah kita kirim ke Kejaksaan Agung," ujarnya.

Ketua Asprov Jabar Pernah Dihubungi Mafia Bola, Telepon Terus Berdering Hingga Dinihari

Bung Towel Sebut PSSI Harus Bersih dari Mafia Sebelum Liga 1 2019 Dimulai

Laporan lainnya, kata Hendro Pandowo, yakni di Jawa Timur melibatkan satu kesebelasan dan seorang exco PSSI yang kini sudah jadi tersangka, berinisial H. Saat ini, perkara tersebut dalam proses pemberkasan.

Sementara itu, kata dia, ketika polisi melengkapi berkas perkara untuk melengkapi dokumen-dokumen dibutuhkan terkait Komisi Disiplin dalam laporan dari Ps Banjarnegara, penyidik melakukan penggeledahan. Mulai dari di Kemang, di Plaza FX, kemudian di Mega Kuningan, dan kemudian di Apartemen Rasuna.

Hendro melanjutkan, saat melakukan penggeledahan untuk mencari dokumen terkait dengan pengaturan skor pada 30 Januari 2019, karena situasi, polisi membuat police line.

"Pada 31 Januari, saat melakukan penggeledahan mencari dokumen yang dibutuhkan untuk mencari bukti-bukti terkait dengan laporan dari PS Banjarnegara, ada barang-barang yang diambil, ada yang dirusak. Muncul laporan terakhir yang kami tangani pada 1 Februari 2019, yaitu terkait perusakan barang bukti dengan tiga tersangka," katanya.

Peserta Liga Indonesia Termasuk Umuh Muchtar Minta Satgas Antimafia Bola Terus Eksis

Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka itu, ternyata penyelidikan berkembang. Ada orang yang menyuruh melakukan perusakan barang bukti ehingga pada 13 hingga 15 Februari, Satgas Antimafia Bola memeriksa Jd (Joko Driyono).

"Kami menggelar perkara, melakukan pencekalan, melakukan penggeledahan di apartemennya, dan akhirnya menetapkan saudara Jd sebagai tersangka. Setelah sebagai tersangka, kami melakukan pemanggilan sampai empat kali kemudian dilakukan pendalaman. Kemarin , pada 24 Maret 2019, penyidik Satgas Antimafia Bola melakukan penahanan terhadap saudara Jd," ujar dia.

Dengan rangkaian pengungkapan kasus itu, saat ini, pihaknya sudah menangani 16 tersangka kemudian 7 diantaranya ditahan. "Total berkas perkara ada 9 perkara, segera kami selesaikan," ujar Jenderal bintang satu ini.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved