Acara Talk Show TV Ini di Mesir Dilarang Tayang, Alasannya Dinilai Picu Perlawanan terhadap Pria

Regulator media di Mesir menghentikan siaran sebuah acara "talk show" mingguan karena dianggap memicu perlawanan terhadap pria.

Editor: Dedy Herdiana
Gulf News via Kompas.com
Raghida Chalboub, pembawa acara asal Lebanon yang memandu sebuah acara bincang-bincang kontroversial di Mesir. 

TRIBUNJABAR.ID, KAIRO - Regulator media di Mesir menghentikan siaran sebuah acara "talk show" mingguan karena dianggap mengancam nilai-nilai masyarakan dan memicu perlawanan terhadap pria.

Dikutip dari Kompas.com, Dewan Tinggi Regulasi Media pekan ini memerintahkan agar acara kontroversial berjudul "Damn Men" yang disiarkan dua stasiun televisi swasta Al Nahar dan Al Qahera Wal Nas dihentikan penayangannya.

Keputusan itu diambil setelah hasil investigasi menyimpulkan bahwa acara yang dipandu penyiar asal Lebanon Raghida Chalhoub itu telah menyebarkan konsep asing ke dalam norma masyarakat.

Dalam acara itu, sang pembawa acara mengomentari berbagai penhgalaman para artis perempuan menghadapi kaum pria.

Sejumlah penonton, khususnya para pria, merasa acara tersebut dirancang untuk memicu perlawanan terhadap laki-laki.

"Sejumlah episode program ini termasuk menampilkan kata-kata yang membuat publik marah, menimbulkan prasangka buruk dan meremehkan kaum pria," demikian pernyataan regulator.

Lembaga regulator ini, yang diketuai jurnalis veteran Makram Mohammad, mengatakan bahwa larangan tayang ini berlaku hingga lembaga penyiaran mengubah format dan konten acara agar lebih menghormati nilai-nilai keluarga.

Ketua Masjid Terbesar Selandia Baru Menduga Mossad Dalang Penembakan, Dubes Israel Langsung Mengecam

Menanggapi keputusan ini, manajemen stasiun televisi Al Nahar mengatakan, pihaknya menghormati langkah ini dan akan mengubah format acara.

Sang pembawa acara Raghida Chalhoub mengungkapkan nama acara yang dipandunya itu akan diubah menjadi "Long Live Women". Meski demikian, Raghida membela versi lama acara bincang-bincang itu.

" Acara itu tetap akan menajdi sebuah program hiburan yang menampilkan kasus-kasus realistis para artis perempuan yang menghadapi masalah dengan para pria," kata Raghida lewat akun Facebook-nya.

Kakak Zulfirman Syah Teteskan Air Mata Saat Ceritakan Adiknya, Korban Teror di Selandia Baru

Di sisi lain, sejumlah ulama di Mesir menyambut baik keputusan untuk menghentikan acara bincang-bindang itu.

"Nama acaranya saja sudah aneh," ujar seorang tokoh agama ternama, Khaled Al Guindy.

"Pria berarti kelembutan, kehangatan, kesetiaan, pengorbanan, contoh baik, dan kemampuan menahan diri. Tak perlu memecah belah masyarakat," tambah Al Guindy.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dinilai Picu Perlawanan terhadap Pria, Acara TV Ini Dilarang Tayang"

Kabar Terkini Vanessa Angel di Polda Jatim, 2 Hari Tak Bisa BAB dan Sangat Rindu Daddy

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved