Tak Yakin Uang Honor, KPK Segera Panggil Menteri Agama Lukman Hakim, Klarifikasi Temuan Uang di Laci

KPK menggeledah ruang kerja Lukman Hakim Saifuddin sebagai tindak lanjut OTT kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama

Tak Yakin Uang Honor, KPK Segera Panggil Menteri Agama Lukman Hakim, Klarifikasi Temuan Uang di Laci
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui usai meluncurkan 'Program Kemaslahatan BPKH' di di Kantor Kementerian Agama, MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Dalam waktu dekat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin diklarifikasi soal temuan uang ratusan juta rupiah di laci meja kerjanya saat penggeledahan oleh KPK beberapa waktu lalu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun segera memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

KPK menggeledah ruang kerja Lukman Hakim Saifuddin sebagai tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Kasus ini melibatkan melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy yang sudah menjadi tersangka.

"Semua uang yang kita sita itu kan pasti diklarifikasi. Kan beliau (Menag) belum diperiksa ya, nanti kalau setelah diperiksa kita mengetahui apakah betul itu adalah honor atau uang kas," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Pihak KPK menyita uang sebanyak 30 ribu Dolar AS atau setara Rp 426.000.000 (Rp14.200/USD) dan Rp 180 juta rupiah saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, pada 18 Maret 2019.

Uang berjumlah Rp 606 juta tersebut ditemukan dari laci meja kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

EKSKLUSIF - Seleksinya di Tingkat Pusat, Kanwil Kemenag Jabar Bantah Ada Jual Beli Jabatan

KPK Sita Uang 30 Ribu Dolar AS di Laci Meja Kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Lukman sempat memberikan penjelasan bahwa uang tersebut merupakan honor untuk dirinya saat menjadi pembicara tapi KPK meyakini uang sebanyak itu tidak berkaitan dengan honor sang menteri.

Terlepas dari itu, kata Laode M Syarif, sebagaimana informasi dari pelapor, bahwa kasus ini tak hanya melibatkan sebatas para pihak yang ditangkap saat OTT.

"Saya enggak bisa mendahului dari hasil pemeriksaan tetapi yang saya bisa sampaikan bahwa laporan yang kami terima itu tidak terbatas kepada yang ditangkap pada saat tertangkap tangan itu. Kami juga mendapatkan laporan yang hampir sama dari beberapa daerah yang lain," ujar Laode M Syarif.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved