Patrich Wanggai Bikin Gol 'Tangan Tuhan' ala Diego Maradona, Ini Pembelaan Pelatih Kalteng Putra

Gol ini mirip seperti yang dilakukan pemain legendaris Argentina, Diego Maradona di Piala Dunia 1986 melawan Inggris.

Patrich Wanggai Bikin Gol 'Tangan Tuhan' ala Diego Maradona, Ini Pembelaan Pelatih Kalteng Putra
capture video
Gol kontroversial Patrich Wanggai ke gawang Persija Jakarta 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliviera serta memaklumi kesalahan wasit Thoriq Alkatiri terkait gol kontroversial yang terjadi pada laga kontra Persija Jakarta.

Kemenangan Kalteng Putra atas Persija Jakarta pada babak perempat final Piala Presiden 2019 diwarnai dengan gol kontroversial yang dicetak oleh Patrich Wanggai.

Dalam tayang ulang memang terlihat Patrich Wanggai mencetak gol menggunakan tangannya.

Gol ini mirip seperti yang dilakukan pemain legendaris Argentina, Diego Maradona di Piala Dunia 1986 melawan Inggris.

Kalteng Putra menang 5-4 atas Persija Jakarta lewat drama adu penalti dalam laga yang digelar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (28/3/2019).

Pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti setelah kedua tim hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam waktu normal.

Kalteng Putra unggul 1-0 terlebih dahulu lewat gol Patrich Wanggai pada menit ke-57 yang dibalas oleh Bruno Matos pada menit ke-77.

Nah, gol Patrich Wanggai ini diprotes keras oleh pemain Persija yang sempat mogok bertanding lantaran menilai eks pemain Persib Bandung itu mencetak gol dengan tangannya.

Selain gol Patrich Wanggai, Bruno Matos juga dinilai berdiri pada posisi offside saat menerima bola dari Heri Susanto sebelum menceploskan bola ke gawang yang dijaga Dimas Galih Pratama.

Menanggapi gol kontroversi pemainnya, pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliviera mengaku bahwa wasit bisa melakukan kesalahan.

"Saya tidak lihat, tetapi banyak orang di kotak pinalti dalam duel bola lepas dan gol. Yang saya lihat bola masuk ke gawang," kata Gomes saat memberikan keterangan pers seusai laga.

"Soal gol Patrich, saya tidak bisa bicara lagi. Apalagi wasit juga adalah manusia biasa," ujarnya menambahkan.

Sementara soal kemenangan timnya, Gomes merasa bangga pasukannya bisa meraihnya di kandang Persija yang mendapat penuh dari suporternya, The Jak Mania.

"Saya tidak bisa berucap dengan kata-kata, ini impossible tapi kami bisa membuatnya menjadi possible. Kami melawan satu tim yang punya kualitas dengan suporter luar biasa," tutur pelatih asal Brasil.

"Kami tidak kasih mereka space untuk bebas sendiri bermain. Kami menang luar biasa, kami kalah biasa. Saya salut kepada pemain bisa memenangi pertandingan ini," ucapnya.(bolasport)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved