Menteri Agama Sebut Uang Ratusan Juta di Kantor Honor Jadi Pembicara, KPK: Pasti Diklarifikasi

Lukman sendiri sempat memberikan penjelasan, bahwa uang tersebut merupakan honor untuk dirinya saat menjadi pembicara.

Menteri Agama Sebut Uang Ratusan Juta di Kantor Honor Jadi Pembicara, KPK: Pasti Diklarifikasi
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin guna dimintai klarifikasi atas temuan uang ratusan juta rupiah di laci meja kerjanya saat penggeledahan beberapa waktu lalu.

Penggeledahan saat itu dilakukan tim penyidik KPK dalam rangka tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy.

"Semua uang yang kita sita itu kan pasti diklarifikasi. Kan beliau (Menag) belum diperiksa ya, nanti kalau setelah diperiksa kita mengetahui apakah betul itu adalah honor atau uang kas," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Pihak KPK menyita uang sebanyak 30 ribu Dolar AS atau setara Rp 426.000.000 (Rp14.200/USD) dan Rp 180 juta rupiah saat dilakukan penggeledahan di ruang kerja Menag Lukman di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, pada 18 Maret 2019.

Uang berjumlah Rp 606 juta tersebut ditemukan dari laci meja kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Lukman sendiri sempat memberikan penjelasan, bahwa uang tersebut merupakan honor untuk dirinya saat menjadi pembicara.

Namun, pihak KPK meyakini uang sebanyak itu tidak berkaitan dengan honor sang menteri.

Terlepas dari itu, kata Laode, sebagaimana informasi dari pelapor, bahwa kasus ini tak hanya melibatkan sebatas para pihak yang ditangkap saat OTT.

"Saya enggak bisa mendahului dari hasil pemeriksaan, tetapi yang saya bisa sampaikan bahwa laporan yang kami terima itu tidak terbatas kepada yang ditangkap pada saat tertangkap tangan itu. Kami juga mendapatkan laporan yang hampir sama dari beberapa daerah yang lain," ujarnya.

Kasus ini bermula saat tim KPK melakukan OTT terhadap Muhammad Romahurmuziy alias Rommy (44) selaku anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum PPP dan dua pejabat daerah Kementerian Agama di Hotel Bumi Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 15 Maret 2019. dari OTT tersebut, diamankan barang bukti uang sebesar Rp 156.758.000.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved