Liputan Khusus Tribun Jabar

EKSKLUSIF - Seleksinya di Tingkat Pusat, Kanwil Kemenag Jabar Bantah Ada Jual Beli Jabatan

"Ah itu kabar lama. Kalau ada juga, dari dulu sudah diurusin aparat penegak hukum. Suruh buktiin sajalah ke kita kalau ada," kata Buchori

EKSKLUSIF - Seleksinya di Tingkat Pusat, Kanwil Kemenag Jabar Bantah Ada Jual Beli Jabatan
Dok. Tribun Jabar
Headline Eksklusif Harian Pagi Tribun Jabar edisi Kamis 28 Maret 2019. 

"Ah itu kabar lama. Kalau ada juga, dari dulu sudah diurusin aparat penegak hukum. Suruh buktiin sajalah ke kita kalau ada," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Buchori saat dimintai konfirmasinya melalui sambungan telepon terkait dugaan adanya jual beli jabat di kantornya, Rabu (27/3/2019).

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Buchori, mengatakan selama ini seleksi eselon 1, 2, dan 3, dilakukan oleh Kemenag RI di tingkat pusat.

Sedangkan, seleksi eselon 4 dilakukan oleh Kantor Kanwil Kemenag Jabar. Semua seleksi atau penugasan, katanya, dilakukan secara transparan.

Setiap penugasan kepala kantor kemenag di daerah atau jajarannya, katanya, selalu didasari pengajuan dari kantor terkait dan diproses oleh tingkat pusat.

Pada prosesnya, katanya, tidak dimungkinkan

adanya celah untuk melakukan suap atau jual-beli jabatan.

Penugasan kepala madrasah dan KUA, katanya, juga atas dasar usulan dari Kantor Kemenag tingkat kabupaten dan kota.

Terlebih, mereka harus melalui ujian seleksi yang juga transparan.

"Selalu melalui ujian seleksi, banyak penilaian terhadap macam-macam kriteria. Ada ujiannya juga kalau madrasah, kompetensi orang diukur. Jadi jual beli jabatan itu hanya isu miring saja. Dari dulu, dari tahun alif juga ada," kata Buchori saat dimintai konfirmasinya melalui sambungan telepon, Rabu (27/3/2019).

Buchori mengatakan biasanya penugasan dan pelantikan dilakukan secara mendadak sampai yang bersangkutan tidak mengetahui proses penugasan tersebut.

"Saya tidak mengerti dengan urusan di tingkat kabupaten dan kota. Tapi insya Allah aman-aman saja. Saat kemarin melantik 300 orang, biasa saja, tidak ada yang setor. Enggak kebayang lah untuk apaan emang uangnya," katanya. (tim)

EKSKLUSIF - Tarif Jadi Kepala Depag Rp 500 Juta, Diduga Terjadi di Kanwil Kemenag Jawa Barat

Baca Juga : Laporkan, Jangan Sebar di Ruang Publik

**Artikel eksklusif ini telah tayang di koran Harian Pagi Tribun Jabar edisi Kamis 28 Maret 2019**

JADWAL KAMPANYE TERBUKA HARI KELIMA - Prabowo dan AHY di Bandung, Jokowi di Kalimantan dan Sulawesi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Sampaikan LKPJ, Laporan Itu Diwarnai dengan Peralihan 3 Kepemimpinan

 

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved