7 Orang Hidup Berdesakan di Gubuk Bekas Kandang Kambing Ukuran 2,5 m x 2,5 m di Padalarang

Sebanyak tujuh orang tinggal di gubuk sempit berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. Gubuk itu sebelumnya kandang kambing

7 Orang Hidup Berdesakan di Gubuk Bekas Kandang Kambing Ukuran 2,5 m x 2,5 m di Padalarang
Tribunjabar/Nandri Prilatama
Tujuh orang hidup berdesakan di gubuk sempit di Kampung Cidadap, RT 03/13, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Sebanyak tujuh orang tinggal di gubuk sempit berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. Gubuk itu sebelumnya kandang kambing. Mereka yang tinggal di situ adalah pasangan Jahidin (40) dan Ilah (36) yang memiliki tujuh orang anak, lima orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Keluarga ini tinggal di Kampung Cidadap, RT 03/13, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Sudah empat tahun Jahidin bersama Istri dan anak-anaknya tinggal di bekas kandang kambing tersebut.

Menurut Ilah, ia tinggal bersama suami dan lima orang anaknya di ruangan tersebut. Dua anak lainnya tinggal di rumah kakeknya yang berada di depan tempat tinggalnya itu.

Berdasar pantauan Tribun, ruangan tersebut tampak minim pencahayaan dan dinding-dindingnya terbuat dari bilik serta di bagian atapnya memakai terpal plastik.

Bukan hanya itu, di bagian samping tempat tinggalnya ada sebuah rak untuk menyimpan perabot rumah tangga, seperti gelas, piring, mangkuk, dan lainnya. Tampak pula di sampingnya lagi ada sebuah kakus yang tak layak.

"Sudah empat tahun kami tinggal di sini, tapi baru kemarin mendapatkan bantuan dari pihak desa. Saya sih ingin tempat yang layak. Tapi, ya mau bagaimana lagi," katanya di lokasi, Kamis (28/3/2019).

Pelaku Pembunuhan Noven Siswi SMK di Bogor Masih Tanda Tanya, Polisi Tunggu Hasil dari FBI

Jahidin, kata Ilah, sehari-hari bekerja membuat ulekan (coet) yang terkadang pendapatannya tak menentu tergantung pembeli.

"Ya kadang seminggu dapat Rp 300 ribu kadang juga tidak dapat sama sekali. Tapi pengeluaran kadang sehari bisa sampai dua liter beras untuk makan," ujarnya.

Tinggal di gubuk yang tak layak huni, Ilah pun mengeluh terkadang merasakan dingin jika cuaca sedang hujan. Dia berharap dapat memiliki rumah sendiri yang benar-benar layak.

"Kepengen sih punya rumah sendiri yang layak dan listrik sendiri. Ini juga pakai punya Abah," ujarnya.

Sementara itu, mertua Ilah, Anda (75) yang ditemui di kediamannya tak jauh dari gubuk Ilah mengaku sering mengajak Ilah dan suaminya serta anak-anaknya tinggal bersama Abah Anda dan Nenek Nana (64)

"Sudah, sudah Abah ajak terus. Tapi tetap gak mau. Anaknya yang paling besar saja ada dua yang tinggal di sini," katanya.

Peserta Liga Indonesia Termasuk Umuh Muchtar Minta Satgas Antimafia Bola Terus Eksis

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved