Layani Jamaah Haji, Kementerian Agama Berinovasi dan Mudahkan Birokrasi Jamaah
Para jamaah haji Indonesia yang berangkat ke tanah suci Arab Saudi telah disiapkan sejumlah inovasi bagi oleh pihak Kementerian agama (Kemenag).
Penulis: Haryanto | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Para jamaah haji Indonesia yang berangkat ke tanah suci Arab Saudi telah disiapkan sejumlah inovasi bagi oleh pihak Kementerian agama (Kemenag).
Seperti halnya yang dikatakan oleh Kepala Kantor Kemenag Purwakarta, Tedi Ahmad Junaedi, saat ditemui oleh Tribun Jabar di kantornya, Nagri Tengah, Purwakarta.
Menurutnya, baru tahun ini diberlakukan zonasi kawasan bagi jamaah haji untuk tinggal sementara saat melakukan proses ibadah haji.
"Zonasi itu misalnya bagi jemaah haji dari Purwakarta, disana pasti tinggal di wilayah jemaah haji dari Jawa Barat. Tidak digabungkan dengan wilayah lain, bahkan oleh jemaah beda negara," kata Tedi kepada Tribun Jabar, Selasa (26/3/2019).
• Dalam Lima Tahun, AS Kirim Astronot Pria dan Wanita ke Bulan
• Videonya Viral, Vincentia Tiffani Klarifikasi Soal Siap Jadi Istri Kedua Sandiaga, Begini Katanya
Kata Tedi, inovasi itu adalah yang pertama kali dilakukan. Ia menjelaskan bahwa tujuan diberlakukannya zonasi untuk memudahkan koordinasi.
Koordinasi yang dilakukan antara petugas, seperti petugas kloter, sektor, dan daerah kerja (Daker), dianggap akan lebih mudah.
Apalagi jika adanya jemaah yang terpisah dari rombongan atau nyasar saat proses ibadah haji, petugas akan mudah mengembalikannya ke kelompoknya.
"Karena zonasi ini akan memudahkan menemukan sebuah kelompok haji, karena berada di satu daerah yang berdekatan. Kalau mencar-mencar kelompok antar daerah, kan cukup kesulitan carinya," ujar dia.
Inovasi lain pun telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti pada saat pengecekan biometrik jemaah haji.
Menurut Tedi, pengecekan biometrik itu sudah tidak lagi dilakukan saat mendarat di Arab Saudi. Bahkan biasanya perlu menunggu beberapa jam, hanya untuk melakukan pengecekan tersebut.
Kini, pengecekan biometrik jemaah haji dilakukan langsung di Indonesia, sebelum keberangkatan jemaah haji ke tanah suci.
"Cek biometrik dilaksanakan di Indonesia, imigrasi Arab Saudi datang kesini (Indonesia) untuk memeriksa itu, tujuannya untuk memudahkan mempersingkat waktu jemaah," ucapnya menambahkan.
Selain inovasi dari Kemenag pusat, Tedi menjelaskan bahwa pihaknya pun telah memiliki inovasi sendiri untuk memanjakan jemaah haji.
Inovasi yang dilakukan itu ialah jemaah haji dijemput oleh pihaknya ke setiap rumah masing-masing jemaah.
"Masih tetap dijemput oleh mobil dinas milik pemda, berkumpul di Sadang atau Tajug Gede Cilodong, lalu ke Bekasi dan berangkat ke Arab," katanya menjelaskan.
• Gelar Baksos, Pasis Sespimma Polri Disiapkan Menjadi Perwira Hebat dan Punya Kepedulian Sosial
• Terendam Banjir, Jalan Andir-Rancamanyar Kabupaten Bandung Putus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-ibadah-haji_20180411_151321.jpg)